Iklan

Operasi Narkoba Katingan: Saldy Ditangkap di Pondok Emas, Pembunuh Aipda Yudhie Terungkap

Saturday, July 4, 2026, 11:59 PM WIB Last Updated 2026-07-05T04:52:38Z
 

.CO- Petugas kepolisian segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap insiden penyerangan mematikan yang menimpa anggota Satresnarkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei. Tim gabungan dengan senjata lengkap berhasil menangkap seorang pria bernama Saldy, yang diduga kuat terlibat langsung dalam aksi kekerasan yang menyebabkan kematian Aipda Yudhie Perdana Putra.

Pelarian Saldy berakhir di sebuah tempat penangkapan emas di wilayah Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah. Berdasarkan rekaman video penangkapan yang beredar luas, tersangka tidak bisa melakukan perlawanan saat dikelilingi oleh petugas setelah menjadi incaran utama sejak kejadian berdarah tersebut terjadi. Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, mengonfirmasi penangkapan ini dan menyatakan bahwa Saldy sedang diaudit secara intensif.

Tragedi ini dimulai ketika petugas melakukan operasi penangkapan terhadap bandar narkoba pada dini hari hari Kamis. Operasi tersebut tiba-tiba berubah menjadi memilukan ketika petugas menghadapi perlawanan keras dari sekelompok orang yang membawa senjata tajam. Kondisi semakin memburuk saat puluhan warga diduga terpicu dan menyerang polisi menggunakan parang, kayu, serta senjata api buatan sendiri. Untuk menyelamatkan diri dari serbuan massa, beberapa anggota kepolisian terpaksa melompat dan berenang menyeberangi aliran sungai yang deras.

Sayangnya, Aipda Yudhie Perdana Putra ditemukan dalam keadaan meninggal dunia akibat cedera parah. Sementara itu, dua anggota polisi lainnya, yaitu Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hingga kini masih hilang dan sedang dilakukan pencarian di sepanjang aliran sungai oleh tim gabungan bersama Basarnas.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penangkapan Saldy hanya merupakan awal dari pengungkapan perkara. Kapolres memastikan tim gabungan masih terus melakukan pencarian dan pengembangan di lapangan untuk menangkap pelaku-pelaku lain yang terlibat. Perkara ini menjadi prioritas utama Korps Bhayangkara demi memberikan keadilan bagi anggota yang gugur dalam tugas pemberantasan narkoba tersebut. (*)

Komentar

Tampilkan