Iklan

Rofiq Ali Muhsin Dampingi Guru SMKS PGRI 3 Walikukun Susun Bank Soal TKA Berkualitas

Wednesday, July 1, 2026, 8:23 AM WIB Last Updated 2026-07-01T01:42:39Z



NGAWI, Newsindonesia -- Peningkatan kualitas asesmen menjadi salah satu perhatian dalam penguatan mutu pendidikan vokasi. 


Hal itu disampaikan Rofiq Ali Muhsin, S.Pd., M.T. saat memberikan materi penyusunan bank soal standar Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi guru SMK dalam kegiatan Workshop Pengembangan Kompetensi Guru di SMKS PGRI 3 Walikukun Ngawi.


Dalam kegiatan yang mengangkat tema penguatan kompetensi guru dan implementasi pembelajaran inovatif tersebut, Rofiq mengajak para pendidik untuk menyusun bank soal yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi mampu mengukur kemampuan berpikir peserta didik secara lebih komprehensif.


Menurut Rofiq, kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kualitas instrumen asesmen yang digunakan guru.




“Bank soal yang baik bukan sekadar kumpulan pertanyaan, tetapi instrumen yang mampu membaca kemampuan siswa secara utuh. Soal harus dirancang untuk mengukur pemahaman, penalaran, dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan persoalan nyata,” ujar Rofiq.


Ia menjelaskan, penyusunan soal standar TKA membutuhkan pemahaman terhadap capaian pembelajaran, indikator kompetensi, tingkat kognitif, serta karakteristik peserta didik. Guru perlu mampu membangun soal yang mendorong siswa berpikir kritis dan analitis.


“Guru memiliki peran penting dalam memastikan asesmen benar-benar menjadi bagian dari proses pembelajaran. Asesmen bukan hanya untuk memberi nilai, tetapi menjadi alat untuk mengetahui perkembangan dan kebutuhan belajar siswa,” katanya.


Dalam pelatihan tersebut, Rofiq juga mendorong guru untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai pendukung dalam mengembangkan perangkat asesmen. Namun, ia menegaskan bahwa teknologi tetap harus digunakan secara bijak dan dikendalikan oleh kompetensi profesional guru.





“Teknologi dapat membantu guru bekerja lebih efektif, tetapi kualitas sebuah soal tetap membutuhkan sentuhan profesional seorang pendidik. Guru yang memahami tujuan pembelajaran akan mampu menghasilkan asesmen yang berkualitas,” tutur Rofiq.



Rofiq Ali Muhsin dikenal sebagai praktisi pendidikan yang aktif dalam pengembangan inovasi pembelajaran dan peningkatan kompetensi guru. Selain menjabat sebagai Kepala SMK Negeri 5 Madiun, ia juga aktif berbagi praktik baik terkait transformasi digital pendidikan, pemanfaatan teknologi pembelajaran, pengembangan asesmen berbasis kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), serta peningkatan mutu sekolah.


Melalui kegiatan tersebut, SMKS PGRI 3 Walikukun Ngawi menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperkuat kapasitas guru. Penguatan kemampuan menyusun asesmen menjadi langkah penting untuk menciptakan pembelajaran yang lebih terarah dan menghasilkan lulusan SMK yang kompeten.


Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sekolah terus bergerak melakukan inovasi positif dengan menjadikan guru sebagai penggerak utama peningkatan mutu pendidikan. (Dik_ar)




Komentar

Tampilkan