MADIUN, Newsindonesia -- Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kepemimpinan dan inovasi Rofiq dalam membawa perubahan positif di lingkungan pendidikan.
Khususnya dalam mendorong sekolah kejuruan agar semakin adaptif, kreatif, dan mampu menyiapkan lulusan yang kompeten menghadapi perkembangan zaman.
Dalam beberapa waktu terakhir, Rofiq dikenal aktif mengembangkan berbagai program yang memberikan ruang bagi siswa untuk bertumbuh, baik dalam bidang akademik, keterampilan, kreativitas, maupun pengembangan karakter.
Di bawah kepemimpinannya, SMK Negeri 5 Madiun terus mendorong budaya inovasi dan penguatan kompetensi siswa.
Rofiq Ali Muhsin dipercaya memimpin SMK Negeri 5 Madiun sejak 2025. Sebelum menjadi kepala sekolah, ia memiliki latar belakang sebagai pendidik di SMKN 1 Geger.
Bagi Rofiq, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan motivasi untuk terus memperkuat kolaborasi bersama guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
"Penghargaan ini menjadi energi untuk terus bergerak memberikan yang terbaik bagi sekolah. Kemajuan sekolah tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi melalui kerja sama dan komitmen seluruh warga sekolah," ujar Rofiq.
Salah satu langkah yang dilakukan Rofiq adalah menghadirkan lingkungan sekolah yang lebih terbuka terhadap kreativitas siswa.
Program-program yang memberi ruang ekspresi dan pengembangan minat bakat menjadi bagian dari upaya membangun sekolah yang tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga karakter dan keterampilan.
SMK Negeri 5 Madiun sendiri merupakan sekolah kejuruan yang memiliki sejumlah kompetensi keahlian, di antaranya Akuntansi, Manajemen Perkantoran, Bisnis Digital, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Perbankan Syariah.
Penghargaan Visionary Leader ini menjadi catatan penting dalam perjalanan Rofiq Ali Muhsin sebagai pemimpin pendidikan. Melalui kepemimpinan yang inovatif, ia terus mendorong SMK Negeri 5 Madiun menjadi sekolah yang mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi dunia kerja.
Dengan semangat "memimpin, menginspirasi, dan mengukir prestasi", Rofiq menunjukkan bahwa kepemimpinan di dunia pendidikan bukan hanya tentang mengelola sekolah, tetapi juga tentang menghadirkan perubahan yang memberi manfaat luas. (Dik_ar)
