MADIUN, Newsindonesia -- Penyusunan asesmen yang berkualitas menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
Hal tersebut menjadi perhatian Rofiq Ali Muhsin, S.Pd., M.T., saat memberikan materi penyusunan bank soal standar Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi guru SMK Negeri dalam kegiatan workshop peningkatan kompetensi pendidik di SMKN 2 Madiun.
Dalam kegiatan bertema "Bersinergi dalam Inovasi Berkolaborasi Mewujudkan Prestasi” tersebut, Rofiq membekali para guru dengan strategi menyusun soal yang tidak hanya mengukur kemampuan mengingat, tetapi juga mampu menggali kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah peserta didik.
Ia menjelaskan, penyusunan bank soal harus dilakukan secara terencana dengan memperhatikan kesesuaian antara tujuan pembelajaran, capaian kompetensi, tingkat kognitif, serta konteks materi yang diujikan.
“Bank soal bukan sekadar kumpulan pertanyaan. Bank soal adalah instrumen strategis untuk memastikan pembelajaran berjalan sesuai arah dan mampu menghasilkan gambaran kompetensi siswa secara objektif,” katanya.
Dalam sesi tersebut, Rofiq juga mendorong guru memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu dalam proses pengembangan soal. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi tetap harus dikendalikan oleh kompetensi dan pertimbangan profesional guru.
“AI dapat membantu mempercepat proses, memberikan inspirasi, dan memperkaya variasi soal. Tetapi kualitas akhir tetap bergantung pada kemampuan guru dalam melakukan analisis dan penyempurnaan,” tutur Rofiq.
Rofiq Ali Muhsin dikenal sebagai praktisi pendidikan yang aktif dalam pengembangan inovasi pembelajaran dan peningkatan kompetensi guru.
Selain menjabat sebagai Kepala SMK Negeri 5 Madiun, ia juga aktif berbagi praktik baik terkait transformasi digital pendidikan, pengembangan asesmen berbasis HOTS, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta strategi peningkatan mutu sekolah. (Dik_ar)



