NGAWI, Newsindonesia -- Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran terus dilakukan SMKS PGRI 3 Walikukun Ngawi.
Sekolah tersebut menggelar Workshop Pengembangan Kompetensi Guru sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemampuan pendidik dalam menyusun perangkat ajar yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan pendidikan saat ini.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 29 Juni 2026 di Aula SMKS PGRI 3 Walikukun Ngawi tersebut menghadirkan Rofiq Ali Muhsin, S.Pd., M.T. sebagai narasumber.
Dalam kegiatan itu, Rofiq menyampaikan materi tentang Penyusunan Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka Berbasis Deep Learning.
Melalui workshop tersebut, para guru mendapatkan penguatan mengenai bagaimana merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mampu mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan mampu menghubungkan pengetahuan dengan situasi nyata.
Rofiq Ali Muhsin mengatakan bahwa perubahan paradigma pembelajaran menuntut guru untuk terus beradaptasi dan menghadirkan proses belajar yang lebih bermakna.
“Perangkat ajar bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi menjadi panduan bagaimana guru menciptakan pengalaman belajar yang mampu mengembangkan potensi siswa. Pembelajaran yang baik harus membuat siswa memahami, mengalami, dan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh,” ujar Rofiq.
Menurut Rofiq, implementasi Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang luas bagi guru untuk berinovasi. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga mampu merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter peserta didik.
“Guru adalah penggerak utama perubahan di sekolah. Ketika guru terus meningkatkan kompetensi dan terbuka terhadap inovasi, kualitas pendidikan juga akan ikut meningkat,” katanya.
Rofiq Ali Muhsin dikenal sebagai praktisi pendidikan yang aktif dalam pengembangan inovasi pembelajaran dan peningkatan kompetensi guru. Selain menjabat sebagai Kepala SMK Negeri 5 Madiun, ia juga aktif berbagi praktik baik terkait transformasi digital pendidikan, pembelajaran berbasis teknologi, pengembangan asesmen, serta penguatan mutu sekolah.
Melalui kegiatan ini, SMKS PGRI 3 Walikukun Ngawi menunjukkan langkah positif dalam membangun budaya sekolah yang terus berkembang. Penguatan kapasitas guru diharapkan menjadi fondasi untuk mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Dik_ar)



