Iklan

Pemboman Molotov di Rumah Pengacara Jakarta Diduga Terkait Sengketa Tanah

Monday, July 6, 2026, 8:28 AM WIB Last Updated 2026-07-06T12:46:11Z
Pemboman Molotov di Rumah Pengacara Jakarta Diduga Terkait Sengketa Tanah
Ringkasan Berita:
  •  Peristiwa pelemparan bom molotov ke rumah pengacara Sulardi di Ciracas, Jakarta Timur, diduga terkait dengan perselisihan tanah di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang sedang ditangani sejak tahun 2017.
  • Peristiwa terjadi setelah pengadilan menggelar persidangan di lokasi dan menemukan pihak lawan salah alamat dalam klaim atas tanah tersebut.

, JAKARTA- Terdapat dugaan kuat bahwa kasus pelemparan bom molotov terhadap rumah seorang pengacara bernama Sulardi di Jalan Mustika Ratu, Ciracas, Jakarta Timur, berkaitan erat dengan sengketa lahan di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang sedang ditangani sejak tahun 2017.

Hal ini disampaikan langsung oleh Sulardi pada hari Minggu (5/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa tindakan teror ini berlangsung tidak lama setelah adanya jadwal "sidang di tempat" (pemeriksaan objek perkara) yang dilakukan oleh majelis hakim.

Pada persidangan itu, diketahui bahwa pihak lawan salah alamat saat mengklaim tanah milik klien saya.

"Hasil sidang di lokasi menunjukkan adanya pelemparan bom molotov di luar rumah," kata Sulardi, Minggu (5/7/2026).

Sebelum kejadian teror ini, Sulardi mengakui pernah menjadi korban kriminalisasi dari pihak lawan dengan dugaan tindakan pemalsuan dokumen hingga akhirnya ditahan selama tiga hari di Polda Metro Jaya dan dalam status tahanan kota.

Namun, dalam persidangan yang berlangsung selama delapan bulan sejak akhir 2025, pemeriksaan saksi dan bukti mengungkapkan bahwa tidak ada tindak pidana terjadi karena kasus tersebut hanya melibatkan masalah perdata.

Dua Pelaku Berjaket Ojol

Saat ini, pihak Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur sedang intens melakukan pengejaran terhadap dua orang tersangka yang diduga sebagai pelaku pelemparan bom molotov tersebut.

Berdasarkan rekaman kamera pengawasan yang beredar, dua pelaku melakukan aksinya dengan naik sepeda motor matik bersamaan:

  • Sopir (Pengemudi): Memakai jaket ojek online (ojol), masker, dan helm berwarna hitam.
  • Pelaku (Pelempar): Mengenakan jaket berwarna hitam, masker, serta helm berwarna putih.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi, membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.

"Ada upaya pembakaran dan kerusakan berdasarkan keterangan saksi yang berada di lokasi kejadian. Tindakan dilakukan oleh dua orang yang diduga pelaku menggunakan sepeda motor sambil membawa botol yang dianggap sebagai bom molotov," ujar Made Budi, Sabtu (4/7/2026).

Kronik Ledakan di Pagar Rumah

Peristiwa teror yang terjadi di pagi hari sempat memicu munculnya api.

Beruntung, botol molotov yang dilemparkan pelaku hanya mengenai pintu gerbang dan tidak sampai masuk ke dalam area rumah Sulardi.

Warga sekitar yang melihat adanya kobaran api langsung bertindak cepat untuk memadamkan api sebelum berkembang dan menyebar ke bangunan utama.

Setelah melemparkan molotov, dua tersangka segera kabur dari tempat kejadian.

Perkara ini telah secara resmi dilaporkan kepada pihak berwajib. Sulardi berharap aparat penegak hukum tidak hanya menangkap dua pelaku di lapangan, tetapi juga menyelidiki secara menyeluruh pihak yang memerintahkan aksi teror ini.

Sumber: Warta Kota

Komentar

Tampilkan