Iklan

Keiko Fujimori Menang Pilpres Peru dengan Selisih 50 Ribu Suara

Sunday, July 5, 2026, 11:41 PM WIB Last Updated 2026-07-05T04:00:49Z

- Keiko Fujimori secara resmi diumumkan sebagai pemenang Pemilu Presiden Peru setelah proses penghitungan suara, gugatan, serta dugaan kecurangan yang berlangsung selama beberapa minggu.

Kemenangan sempit ini juga menjadikan putri mantan Presiden Alberto Fujimori sebagai pemimpin negara baru Peru setelah empat kali mencoba maju dalam pemilihan presiden.

Kantor pemilihan umum Peru pada hari Jumat (3/7) mengumumkan bahwa Keiko Fujimori memperoleh 50,135 persen suara dalam putaran kedua pemilu yang diadakan pada 7 Juni lalu. Ia unggul atas kandidat dari sayap kiri, Roberto Sanchez, yang meraih 49,865 persen, dengan selisih sekitar 50.000 suara dari total lebih dari 18 juta suara sah.

Hasil tersebut menutup salah satu persaingan politik terketat dalam sejarah modern Peru yang dihiasi dengan aksi protes, tuduhan pemalsuan, hingga pemeriksaan ulang surat suara yang dipertanyakan.

Mengutip dari Reuters, dalam pidato kemenangannya di kantor pusat partainya, Fujimori berjanji untuk melanjutkan berbagai kebijakan yang dianggap berhasil serta memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

"Kami akan mengenali berbagai praktik terbaik, inisiatif, dan proyek yang telah memberikan hasil sehingga mereka bisa melanjutkannya," ujar Fujimori.

Ia menyampaikan, "Hari ini menjadi awal dari masa baru bagi Peru - masa yang penuh tanggung jawab, dialog, dan hasil guna memulihkan kepercayaan terhadap lembaga kita."

Mengatasi Kekalahan Sempit dalam Pemilu Presiden 2021

Kemenangan ini menjadi momen penting bagi Fujimori. Dalam Pemilu 2021, ia kalah sedikit sekitar 45.000 suara dari Pedro Castillo.

Castillo kemudian dipecat dan ditahan pada 2022 setelah mencoba membubarkan Kongres, sehingga Peru kembali mengalami krisis politik yang berlarut-larut.

Sanchez Menolak Mengakui Hasil Pemilu Sanchez Tidak Mengakui Hasil Pemilu Sanchez Menyangkal Pengakuan Terhadap Hasil Pemilu Sanchez Tidak Menerima Hasil Pemilu Sanchez Menolak Mengakui Keputusan Pemilu

Di sisi lain, Roberto Sanchez menolak mengakui kemenangan Fujimori. Anggota partai yang dianggap sebagai pewaris politik Pedro Castillo kembali menyatakan dugaan adanya kecurangan dalam pemungutan suara, meskipun belum memberikan bukti yang mendukung pernyataannya.

Sanchez bahkan memimpin aksi demonstrasi dan mengajukan keluhan ke Komisi Hak Asasi Manusia Amerika Latin terkait hasil pemilu.

Selama proses penghitungan suara, Sanchez sempat menduduki posisi terdepan dalam perolehan suara lokal, terutama karena dukungan kuat dari daerah pedesaan Peru.

Namun Fujimori mampu mengubah situasi berkat dominasi suara di kawasan ibu kota Lima serta kemenangan besar dari pemilih Peru yang tinggal di luar negeri.

Dilantik pada 28 Juli, menjadi Presiden ke-10 Peru sejak tahun 2016

Keiko Fujimori dijadwalkan dilantik pada 28 Juli dan akan menggantikan Presiden sementara Jose Balcazar.

Menariknya, Fujimori akan menjadi presiden ke-10 Peru sejak 2016, menunjukkan tingginya ketidakstabilan politik yang menyebabkan beberapa presiden sebelumnya turun dari jabatannya karena kasus korupsi atau penyalahgunaan wewenang.

Kemenangan Fujimori langsung diucapkan selamat oleh beberapa pemimpin konservatif Amerika Latin seperti Presiden Argentina Javier Milei, Jose Antonio Kast dari Chili, hingga Presiden El Salvador Nayib Bukele.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio juga mengucapkan selamat. Ia menyampaikan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump berharap dapat memperkuat kerja sama dengan Peru dalam hal keamanan, perdagangan, dan investasi.

Komentar

Tampilkan