Iklan

Putin isyaratkan akhir perang Rusia-Ukraina, buka peluang pertemuan langsung dengan Zelenskyy

Tuesday, May 12, 2026, 4:34 AM WIB Last Updated 2026-05-12T14:08:14Z

— Presiden Rusia Vladimir Putin kali pertama menunjukkan bahwa perang yang berlangsung antara Rusia dan Ukraina mulai memasuki tahap akhir.

Pernyataan tersebut diungkapkan setelah rangkaian perayaan Hari Kemenangan Rusia di Moskow, saat Kremlin juga menyampaikan kemungkinan pertemuan langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di sebuah negara ketiga sebagai bagian dari proses perdamaian.

Dalam pernyataannya kepada para jurnalis di Kremlin pada hari Sabtu, Putin menyampaikan keyakinannya bahwa konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun ini segera akan memasuki tahap penyelesaian politik. "Saya merasa masalah ini sedang mendekati akhir," kata Putin dalam pernyataan yang menunjukkan perubahan nada diplomatik dibandingkan retorika keras Moskow dalam beberapa tahun terakhir.

Dilaporkan oleh Al Jazeera, Minggu (10/5/2026), pernyataan ini muncul seiring dimulainya gencatan senjata yang rapuh selama tiga hari yang diawasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Meskipun kedua belah pihak masih saling menyalahkan atas pelanggaran kecil, tidak adanya serangan besar selama masa jeda tersebut menciptakan kesempatan baru dalam diplomasi di konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Selanjutnya, Putin menyatakan bahwa dirinya siap berjumpa langsung dengan Zelenskyy, tetapi hanya jika seluruh poin kesepakatan perdamaian telah selesai dibahas oleh para perunding dari kedua negara. Menurut Putin, pertemuan tingkat tinggi ini tidak boleh bersifat simbolis belaka, melainkan menjadi tahap akhir untuk menyetujui perjanjian damai jangka panjang.

"Kunjungan ke negara ketiga dapat dilakukan, tetapi hanya jika kesepakatan akhir mengenai perjanjian perdamaian telah tercapai," kata Putin. Ia juga menegaskan bahwa perjanjian tersebut harus dirancang dengan mempertimbangkan "perspektif sejarah jangka panjang," yang menunjukkan bahwa Moskow berharap mendapatkan jaminan keamanan dan pengaturan wilayah yang bersifat tetap sebelum konflik benar-benar berakhir.

Sikap tersebut juga mencerminkan perubahan signifikan dalam pendekatan Kremlin. Sebelumnya, Rusia cenderung menolak diskusi langsung tanpa syarat yang menguntungkan Moskow. Kini, untuk pertama kalinya Putin secara terbuka menyatakan kemauannya berjumpa dengan Zelenskyy di luar wilayah Rusia, meskipun tetap memberlakukan persyaratan ketat mengenai isi pembicaraan perdamaian.

Di sisi lain, Putin juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Amerika Serikat atas peran mereka dalam mendukung proses diplomasi yang sedang berlangsung. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa keputusan akhir harus diambil langsung oleh Rusia dan Ukraina. Pernyataan tersebut menunjukkan usaha Kremlin untuk menjaga keseimbangan antara membuka jalur dialog dan mempertahankan posisi strategisnya dalam konflik.

Perubahan nada Putin juga terlihat setelah upacara Hari Kemenangan Rusia di Lapangan Merah yang tahun ini lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berbeda dengan biasanya yang penuh dengan pameran tank dan rudal balistik antarbenua, pemerintah Rusia lebih mengandalkan layar besar untuk menampilkan rekaman alat perang militer mereka.

Pada pidato sebelumnya di depan pasukan Rusia, Putin masih menyebut perang sebagai pertarungan "adil" melawan kekuatan yang "agresif" yang didukung oleh NATO. Namun, nada yang dia sampaikan beberapa jam kemudian kepada para wartawan jauh lebih lembut dan penuh diplomasi.

Selain pembahasan mengenai kemungkinan pertemuan damai, proses pertukaran tawanan perang juga menjadi topik krusial dalam negosiasi saat ini. Amerika Serikat sedang mendorong rencana pertukaran 1.000 tahanan Rusia dan Ukraina dengan 1.000 tahanan lainnya sebagai langkah kemanusiaan terbesar sejak perang berlangsung.

Namun, Putin menyatakan bahwa Rusia hingga saat ini masih menantikan respons resmi dari Kyiv mengenai daftar nama tahanan yang akan ditukar. Menurutnya, Moskow telah lebih dulu memberikan data awal kepada pihak Ukraina dan meminta agar proses tersebut segera dipercepat sebelum masa gencatan senjata berakhir pada 11 Mei mendatang.

"Kami mengharapkan pihak Ukraina untuk mempercepat prosesnya," kata Putin. Di sisi lain, Kremlin juga menegaskan bahwa harapan terkait perpanjangan gencatan senjata jangka panjang masih terlalu dini untuk dikonfirmasi.

Namun, kombinasi antara sikap militer yang tetap tegas dan kebijakan diplomatik yang semakin terbuka dari Moskow telah menimbulkan harapan yang hati-hati di kalangan komunitas internasional bahwa perang Rusia-Ukraina mungkin memasuki babak baru menuju penyelesaian resmi yang dapat mengakhiri konflik yang berlarut-larut ini.

Komentar

Tampilkan