Madiun, Newsindonesia - Upaya membangun budaya pendidikan yang unggul tidak hanya bertumpu pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik.
Pesan itulah yang mengemuka dalam Workshop "Membangun Budaya Pelayanan Pendidikan yang Unggul melalui Pembelajaran Mendalam dan Penguatan Karakter Siswa” yang digelar SMK Negeri 1 Jiwan pada 9–10 Juni 2026.
Salah satu sesi yang mendapat perhatian peserta adalah materi “Pengelolaan Kedisiplinan Siswa dan Penguatan Karakter Siswa yang disampaikan oleh Rofiq Ali Muhsin, S.Pd., M.T..
Dalam paparannya, Rofiq menegaskan bahwa kedisiplinan tidak boleh dipahami semata sebagai kepatuhan terhadap aturan, melainkan sebagai proses membangun kesadaran dan tanggung jawab peserta didik.
"Karakter tidak dibentuk melalui hukuman yang keras, tetapi melalui keteladanan, pembiasaan, dan lingkungan sekolah yang konsisten menanamkan nilai-nilai positif," ujar Rofiq di hadapan peserta workshop.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, etos kerja, dan kemampuan berkolaborasi. Karena itu, penguatan karakter perlu menjadi bagian yang terintegrasi dalam seluruh proses pembelajaran.
"Ketika siswa memiliki karakter yang kuat, maka kedisiplinan akan tumbuh dari dalam diri mereka sendiri. Inilah fondasi penting untuk membangun budaya sekolah yang unggul," tambahnya.
Workshop yang diikuti tenaga pendidik dan kependidikan SMKN 1 Jiwan tersebut menjadi wadah refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Selain membahas penguatan karakter, kegiatan juga mengangkat tema budaya pelayanan pendidikan dan pembelajaran mendalam (deep learning) yang saat ini menjadi perhatian dunia pendidikan.
Materi yang disampaikan Rofiq berlangsung dalam dua sesi, yakni sesi utama dan sesi lanjutan pada hari kedua workshop.
Rofiq Ali Muhsin dikenal sebagai praktisi dan narasumber pendidikan yang aktif mendampingi berbagai sekolah dalam pengembangan pembelajaran mendalam (deep learning), penguatan karakter, dan inovasi pendidikan.
Ia tercatat sebagai guru di SMK Negeri 5 Madiun serta kerap menjadi pembicara pada berbagai kegiatan peningkatan kompetensi guru di wilayah Madiun dan sekitarnya.
Ia juga aktif mendorong pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu guru dalam merancang pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman. (Dik_ar)



