Ringkasan Berita:
- Korban terkena aliran listrik saat sedang membongkar baliho di Gampong Lambada Peukan, kemudian jatuh dan mengalami luka bakar parah pada sekitar 40 persen tubuhnya.
- Pemindahan ke RSUDZA dilakukan oleh masyarakat bersama petugas Kepolisian, dan korban saat ini sedang mendapatkan perawatan intensif.
- Pengingatan tentang keselamatan kerja disampaikan oleh Kapolsek Darussalam, menekankan perlunya penggunaan alat pelindung diri, koordinasi dengan pihak yang menangani listrik, serta prosedur kerja yang aman guna menghindari kecelakaan serupa.
, ACEH EBSAR -Sebuah kejadian kecelakaan kerja terjadi di Gampong Lambada Peukan, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar pada hari Minggu (7/6/2026) siang.
Kejadian ini menimpa seorang karyawan bernama Mulki Adli (30), seorang tukang las dari Gampong Bukit Meusara, Kecamatan Kota Jantho, yang sedang melakukan pelepasan baliho di area tersebut.
Kira-kira pukul 12.30 WIB, korban diduga terkena aliran listrik saat berada di atas tiang baliho.
Tinjauan itu menyebabkan dia kehilangan keseimbangan hingga akhirnya jatuh ke tanah.
Akibat kejadian tersebut, Mulki mengalami luka bakar parah pada sekitar 40 persen dari keseluruhan permukaan tubuhnya.
Kronologi Kejadian
Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, ketika korban sedang melakukan pekerjaan membongkar struktur baliho yang berada di area tersebut.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, korban diduga terkena aliran listrik saat berada di atas tiang baliho.
Tindakan tersebut membuat korban kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh ke tanah.
Warga yang berada di dekat lokasi segera berusaha memberikan bantuan setelah mengetahui peristiwa tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa ini diketahui tepat setelah warga meninggalkan Masjid Lambaro Angan.
Mereka melihat kerumunan di pinggir jalan dan menemukan seorang pria terkapar dengan kondisi tubuh mengalami luka bakar.
Kepala Sektor Polisi Darussalam, AKP Mursal, mengonfirmasi laporan masyarakat mengenai kejadian tersebut, yaitu adanya pekerja yang terjatuh saat melakukan pekerjaan pembongkaran baliho.
Petugas segera berangkat ke tempat kejadian guna memeriksa kondisi korban serta membantu proses evakuasi.
Warga bersama petugas kepolisian selanjutnya membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh guna mendapatkan perawatan medis.
Pihak rumah sakit mengungkapkan bahwa korban berhasil diselamatkan dan kini sedang menjalani perawatan intensif.
Kepala Sektor Polisi Darussalam menekankan perlunya penerapan standar keselamatan kerja dalam setiap kegiatan, terutama bagi pekerja yang bekerja di ketinggian dan dekat dengan peralatan listrik.
Bahaya kecelakaan bisa meningkat jika pekerjaan dilakukan tanpa memperhatikan keberadaan jaringan listrik yang masih beroperasi serta tanpa menggunakan alat pelindung diri yang cukup.
Ia menegaskan bahwa seluruh pekerja, kontraktor, maupun pihak yang memanfaatkan jasa pemasangan dan penghapusan baliho harus senantiasa memprioritaskan aspek keselamatan kerja serta berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk pihak kelistrikan, sebelum memulai aktivitas.
Hal ini dianggap penting jika pekerjaan dilakukan di area yang dekat dengan jaringan listrik.
Selain itu, penggunaan alat pelindung diri (APD), pengecekan kondisi lokasi, serta penerapan prosedur keselamatan yang ketat harus menjadi fokus utama.
Tujuan dari ini adalah untuk menghindari terulangnya kecelakaan yang serupa yang bisa membahayakan keselamatan karyawan.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa tingginya risiko kecelakaan kerja bisa terjadi jika aspek keselamatan tidak diperhatikan.
Petugas kepolisian telah melakukan pencatatan dan pengumpulan dokumen di tempat kejadian serta melaporkan kejadian tersebut untuk ditindaklanjuti.
Sementara itu, keadaan korban masih dalam pengawasan tim medis.
Dukungan masyarakat serta perhatian terhadap keselamatan kerja diharapkan mampu menghindari kejadian serupa pada masa depan.
(Serambinews.com/Sara Masroni)
Artikel ini sudah tayang di SerambiNews.com
Berita lainnya di dan Google News