Iklan

Kementerian RI Bahas Pembebasan 9 WNI Ditahan Militer Israel

Friday, May 22, 2026, 2:31 PM WIB Last Updated 2026-05-22T11:26:27Z
Kementerian RI Bahas Pembebasan 9 WNI Ditahan Militer Israel

, BANGKA –Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa Pemerintah Republik Indonesia telah berupaya untuk melakukan pembebasan terkait sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh otoritas militer Israel.

Mereka yang ditangkap, dalam misi kemanusiaan bersama rombongan Global Sumud Flotilla (GSF) dengan menggunakan kapal menuju Gaza.

Sembilan warga negara Indonesia yang ditangkap oleh Israel, di mana lima orang di antaranya adalah relawan dari organisasi non pemerintah (NGO) dan empat lainnya merupakan jurnalis.

"Para menteri telah melakukan pembahasan. Memang ada kendala karena kita tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Namun, melalui perantara negara-negara sahabat. Pastinya hal itu sudah dilakukan," ujar Menteri Hukum RI, Supratman, kepada wartawan, saat kunjungan ke Babel, Rabu (20/5/2026) malam di Rumah Dinas Gubernur Babel.

Ia menegaskan, isu ini berkaitan dengan kebijakan luar negeri sehingga sangat berkaitan erat dengan Kementerian Luar Negeri yang akan menangani masalah tersebut.

"Tetapi ini berkaitan dengan kebijakan luar negeri, meskipun tanggung jawab sebagai warga negara harusnya berada di Kementerian Hukum. Namun, karena ini terkait dengan isu yang muncul dari luar, hubungan antar bangsa ditangani oleh Kementerian Luar Negeri," tambahnya.

Supratman, memastikan masalah tersebut telah ditangani secara serius oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Karena menurutnya, WNI yang ditangkap sedang menjalankan tugas kemanusiaan.

"Tetapi percayalah, hal tersebut telah ditangani, tidak mungkin pemerintah membiarkan warga negara dalam tugas-tugas kemanusiaan selama itu," katanya.

"Berbeda dengan warga negara kita yang menjadi tentara asing, hal itu telah kami putuskan. Namun jika yang melakukan tindakan kemanusiaan, pasti instansi terkait, khususnya Kementerian Luar Negeri, sudah melakukannya," tutupnya.

(/Riki Pratama)

Komentar

Tampilkan