
SEJARAHkembali terukir di Pulau Miangas, Kecamatan Talaud, Sulawesi Utara.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginjakkan kakinya di pulau paling ujung Indonesia dalam kunjungan kerja pada hari Sabtu (9 Mei 2026).
Saat ini, telah tercatat dua Presiden Indonesia yang pernah mengunjungi Miangas, yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto.
Di Pulau Miangas, Prabowo tampaknya ingin merespons kritik.
Bahwa dirinya merasa terpisah dari rakyat.
Terdapat pandangan yang menyatakan bahwa Prabowo seolah-olah dijauhkan dari isu-isu masyarakat akibat laporan palsu dari bawahannya.
Fakta di Miangas menyangkal hal tersebut.
Prabowo bergabung dengan anak-anak dan para ibu - kelompok masyarakat yang paling rentan.
Ia menyanyi, menari, mengambil foto bersama, bahkan menari dengan seorang penduduk.
Peristiwa menarik terjadi ketika dia memperkenalkan menteri-menterinya kepada warga.
Sepertinya menegaskan, "Kalian (menteri) adalah pelayan mereka, dan jangan memberi saya informasi palsu hanya untuk membuat saya senang."
Kedatangan Jokowi beberapa tahun yang lalu juga tidak kalah menarik.
Sebagai seorang jurnalis yang meliput secara langsung, saya mengalami rangkaian kejadian yang tidak terduga, mulai dari hal-hal berkaitan dengan nyawa hingga momen yang sangat langka.
Perjalanan dimulai dengan sebuah adegan dramatis di Bandara Sam Ratulangi.
Saat pesawat sedang dalam kondisi take-off, tiba-tiba sebuah bagian logam dari sayap pesawat terlepas.
Pesawat tidak jadi terbang dan kembali ke area parkir pesawat.
Setelah perbaikan selesai, baru kami benar-benar siap tampil.
Kami tiba satu hari sebelum Jokowi.
Maka harus menginap di sana.
Menghuni Miangas rupanya bukan hal yang sederhana.
Air sulit diperoleh sehingga saya tidak bisa mandi.
Juga harus menahan BAB.
Meskipun perut sudah mulas sejak di pesawat.
Sinyal menjadi langka. Kami harus menunggu giliran di Pos TNI AL untuk mendapatkan sinyal, di mana setiap wartawan hanya diberi waktu 15 menit untuk mengirimkan berita.
Kami pernah mendapat tempat tinggal di sebuah rumah yang dikabarkan dihuni oleh hantu.
Setelah mendengar suara langkah kaki yang tidak jelas asalnya, kami memutuskan untuk "ngacir" dan memilih tidur di atas kapal meskipun mata tidak bisa tertutup hingga pagi.
Esok harinya, kami ikut dalam rombongan Jokowi menggunakan mobil bak terbuka.
Sebelum meresmikan bandara, Jokowi ternyata ingin berkeliling Miangas terlebih dahulu.
Kendaraan Jokowi tiba-tiba berhenti di sebuah titik di tepi laut.
Kemudian dia bersama istrinya turun dari mobil dan naik ke perahu ombak.
Pemandangan disana indah.
Jokowi dan Iriana menikmatinya.
Hanya keduanya. Yang lain mengawasi dari kejauhan.
Iriana memegang tangan Jokowi.
Keduanya saling menatap dengan penuh kasih. Dunia terasa milik bersama mereka.
Alam Miangas menjadi saksi keakraban Jokowi dan Iriana - hal yang jarang ditunjukkan kepada publik.
Namun kejutan tidak berhenti di situ.
Kelompok tersebut berhenti kembali di sebuah lokasi.
Kali ini Jokowi turun dari mobilnya.
Ia berjalan mengarah ke pantai.
Di sejauh jangkauan air, ia berhenti.
Wajah Jokowi penuh rasa hormat. Ia menatap ke langit.
Lalu ia membungkuk dan mencuci muka dengan air laut.
Kemudian wajah Jokowi menatap lurus ke depan, di seberang terdapat Filipina.
Pemandangan tersebut menimbulkan kegaduhan di kalangan wartawan.
Kami bersaing memperebutkan posisi terbaik untuk mengambil foto.
Di tengah keramaian, saya secara tidak sengaja menabrak seseorang.
Terasa dada yang kusentuh itu sekuat dinding.
Justru tanganku yang terasa sakit.
Saya kaget. Ternyata dia seorang pejabat (yang saya duga adalah tentara). Saya merasa takut.
Seorang wartawan menyikut "jenderal".
Namun ia hanya tersenyum. "Aman saja,".
Tetapi saya masih merasa takut. Mungkin dia masih menyimpan dendam.
Kalau begitu bisa barabe.
Syukurnya tidak.
Berkat muncul di saat-saat terakhir saya merasakan di Miangas.
Saya yang sedikit kurang mahir dalam fotografi, berhasil mengabadikan Jokowi mencuci muka di Pantai Miangas.
Banyak orang mengatakan, itu foto yang paling bagus pada saat itu.
Dan sebelum kembali, Jokowi mengajak kami para jurnalis untuk berfoto bersama.
(Arthur Rompis)
Ikuti Channel WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk mendapatkan pembaruan lebih lanjut mengenai berita terpopuler lainnya.