Iklan

Bojan Hodak Akui Faktor Keberuntungan di Balik Sukses Persib Bandung Juara Tiga Kali

Monday, May 25, 2026, 3:02 PM WIB Last Updated 2026-05-25T15:25:25Z
 

- Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak terbuka setelah membawa timnya meraih gelar juara untuk ketiga kalinya berturut-turut. Hodak mengatakan keberhasilan Pangeran Biru tidak lepas dari faktor keberuntungan.

Persib Bandung secara resmi menjadi juara Super League 2025/2026. Keputusan ini diperoleh setelah bermain imbang tanpa gol saat menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Sabtu (23/5) sore WIB.

Hasil imbang tersebut sudah cukup untuk membuat Persib Bandung meraih gelar juara setelah menyelesaikan musim dengan perolehan 79 poin, sama seperti Borneo FC Samarinda. Namun Pangeran Biru unggulhead to headpemain tim Pesut Etam akhirnya mampu tampil mengesankan sehingga berhak menjadi pemenang.

Keberhasilan ini juga membawa Persib Bandung menciptakan sejarah besar. Pangeran Biru menjadi tim pertama yang berhasil menjadi juara Liga Indonesia dalam tiga musim berturut-turut aliashattrick.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyatakan bahwa ada satu hal krusial yang mendampingi keberhasilan timnya. Hodak tidak ragu untuk menyebutkan bahwa timnya dihiasi oleh faktor keberuntungan, mengingat mereka sedang menjalani perubahan setelah melakukan perombakan besar-besaran pada skuad dengan banyak pemain asing yang dilepas.

"Ini sangat beruntung. Sangat banyak. Tiga tahun berturut-turut, dan tahun ini jauh lebih berat dibanding tahun lalu karena kami mengganti 25 pemain," ujar Hodak dalam konferensi pers setelah pertandingan, dilansir Minggu (24/5).

"Dua tahun sebelumnya kami hampir memiliki tim yang sama, hanya menambahkan satu atau dua pemain. Jadi tahun ini jauh lebih berat tetapi dengan cara tertentu kami berhasil. Jadi mungkin karena keberuntungan, sangat banyak keberuntungan," tambahnya.

Hodak memberikan contoh lain mengenai keberuntungan yang sangat besar dalam menentukan gelar juara. Yaitu Borneo FC Samarinda yang harus gagal menjadi juara. Meskipun skuad Pesut Etam tampil mengesankan musim ini, sayangnya Dewi Fortuna belum berpihak.

"Tidak beruntung, mereka tidak beruntung. Tim yang kuat tetapi kurang beruntung. Lihat, tahun ini jauh lebih berat karena setiap tim memiliki tujuh pemain asing. Di setiap tim terdapat lima atau enam pemain lokal berkualitas sehingga sangat sulit untuk memenangkan pertandingan. Saya merasa kualitas liga meningkat dibandingkan musim-musim sebelumnya, jadi jauh lebih sulit," ujar Bojan Hodak.

Hodak mengakui persaingan merebut gelar juara musim ini adalah yang paling ketat karena terdapat dua tim yang memiliki jumlah poin yang sama. Pada musim lalu, Pangeran Biru berhasil menjadi juara dengan hanya 69 poin. Kini, mereka membutuhkan 10 poin tambahan untuk menjadi kampiun.

"Tahun lalu, dengan poin yang kami kumpulkan, kami hanya akan berada di peringkat keempat atau kelima tahun ini. Jadi, Anda bisa melihat bahwa tiga tim benar-benar lebih siap dibandingkan yang lain, mungkin melakukan pengamatan yang lebih baik daripada yang lain," kata Hodak.

"Dan pada akhirnya jauh lebih sulit daripada sebelumnya. Saya kira tidak pernah terjadi sebuah tim dengan 79 poin kalah. Kita lihat saja, tahun depan kita lihat," tambahnya.

Komentar

Tampilkan