Iklan

Elvani Alfaura, Siswi SD Paling Disiplin dalam Upacara Penurunan Bendera

Thursday, August 20, 2026, 1:29 PM WIB Last Updated 2026-08-20T01:27:27Z
Ringkasan Berita:
  • Elvani Alfaura, murid SDN 001 Aralle, viral setelah menjadi satu-satunya anak sekolah dasar yang hadir dalam upacara penurunan bendera di Mamasa.
  • Elvani berjalan kaki sejauh sekitar satu kilometer sendirian setelah menerima pemberitahuan untuk kembali menghadiri upacara sore.
  • Dikenal sebagai sosok yang disiplin dan tekun, Elvani mendapatkan apresiasi berupa uang dari beberapa pegawai negeri yang memintanya menggunakan hadiah tersebut untuk membeli buku atau seragam.
 

- Elvani Alfaura, seorang siswi SDN 001 Aralle, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, kini menjadi topik pembicaraan di media sosial.

Elvani menjadi viral setelah sebuah video menunjukkan dia sebagai satu-satunya peserta dari jenjang sekolah dasar yang hadir dalam upacara penurunan bendera.

Kejadian tersebut berlangsung di Lapangan Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, pada hari Senin (17/8/2026).

Di dalam video yang beredar, Elvani terlihat sendirian di tengah lapangan sebelum akhirnya dipanggil untuk naik ke panggung.

Ia kemudian menerima apresiasi berupa uang dari beberapa pegawai negeri sipil (PNS) karena tetap hadir dan mengikuti upacara.

Ini adalah salah satu peserta yang hadir dalam upacara penurunan bendera, seorang siswa dari SDN 001 Aralle. Kami dari panitia memberikan apresiasi yang tinggi terhadap anak ini," ujar perekam video.

Hingga Rabu (19/8/2026), video tersebut telah dilihat lebih dari 4,3 juta kali di Instagram.

Tindakan Elvani mendapatkan berbagai macam tanggapan dari netizen.

Banyak orang memberikan pujian dan menghargai semangat siswi tersebut karena tetap hadir dalam upacara penurunan bendera meskipun tidak ada peserta lain dari jenjang sekolah dasar yang datang.

Sosok Elvani Alfaura

Kepala SDN 001 Aralle, Imanuel, saat dihubungi dari Kantor Tribunnews Solo, Jawa Tengah, Selasa (18/8/2026), menyampaikan bahwa Elvani sekarang berada di kelas V.

Ia mengenal Elvani sebagai seseorang yang disiplin dalam menjalankan tugas yang diberikan oleh guru.

"Sosok yang sangat konsisten dalam mematuhi perintah. Jika dia diperintahkan untuk menyiram bunga, dia tidak akan berhenti meskipun temannya mengatakan berhenti. Dia baru akan berhenti setelah guru memberi perintah untuk berhenti," kata Imanuel.

Elvani juga terkenal tekun karena selalu tiba di sekolah lebih awal dibandingkan teman-temannya.

"Ia sangat peduli terhadap teman sejawatnya jika ada yang mengalami masalah," tambahnya.

Pada kesempatannya, Imanuel mengungkapkan rasa bangga terhadap keberanian dan semangat Elvani yang tetap datang sendirian untuk mengikuti upacara penurunan bendera.

Sebagai kepala sekolah, saya merasa bangga dan termotivasi dengan sikap cinta tanah air yang dimiliki oleh Elvani.

"Meskipun demikian, anak-anak lainnya juga melaksanakan perayaan sebagai bentuk rasa syukur terhadap kemerdekaan yang dianugerahkan Tuhan kepada Bangsa Indonesia yang dicintai," ujarnya.

Kisah di Balik Video yang Menyebar

Imanuel menjelaskan, video tersebut diambil setelah upacara penurunan bendera dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia, Senin (17/8/2026) sekitar pukul 18.00 Wita.

Imanuel menceritakan, kejadian tersebut dimulai ketika siswa kelas III hingga kelas VI bersama guru-gurunya mengikuti upacara di pagi hari.

Di sisi lain, siswa kelas I dan II tidak mengikuti upacara karena jarak antara sekolah, rumah, dan lapangan tempat pelaksanaan upacara sekitar 1 kilometer.

Mereka juga harus berjalan kaki melewati jalan penghubung antara Provinsi Toraja dan Mamuju.

Setelah pelaksanaan upacara pagi selesai, panitia menyampaikan kepada seluruh peserta agar kembali hadir di sore hari untuk mengikuti upacara pengibaran bendera.

Perintah itu ternyata mendapat perhatian dari Elvani.

Kira-kira pukul 16.00 Wita, Elvani berjalan sendirian sejauh sekitar 1 kilometer menuju lapangan upacara.

"Namun, pihak sekolah dan guru-guru tidak langsung mengetahui informasi (penurunan bendera) tersebut. Karena setiap hari Kemerdekaan RI, pukul 16.00 Wita, guru-guru, siswa, dan masyarakat sekitar mengadakan acara syukuran kemerdekaan di gereja," kata Imanuel.

Elvani berangkat sendirian dari rumah menuju lapangan upacara karena teman-teman beserta gurunya sedang menghadiri acara syukur di gereja.

Setelah upacara selesai, Elvani diminta naik ke panggung untuk menerima apresiasi berupa uang.

Beberapa karyawan yang hadir memberi uang kepada Elvani.

Mereka juga menyarankan agar dana tersebut digunakan untuk membeli buku atau seragam sekolah.

(/Endra)

Komentar

Tampilkan