Iklan

Rofiq Dampingi Guru SMK Jiwan Madiun Susun Soal Level HOTS dan Standar TKA

Friday, August 21, 2026, 6:34 PM WIB Last Updated 2026-08-21T11:34:00Z


MADIUN, Newsindonesia -- Kemampuan guru menyusun asesmen yang mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi menjadi perhatian Rofiq Ali Muhsin, S.Pd., M.T. saat memberikan materi dalam workshop peningkatan kompetensi guru di SMKN 1 Jiwan Madiun, Jumat (21/8/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Rofiq membahas konsep Higher Order Thinking Skills (HOTS), cara menyusun soal HOTS, hingga praktik membuat bank soal level HOTS untuk Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMK.


Rofiq mengajak para guru memahami bahwa soal HOTS tidak identik dengan soal yang sulit. Menurut dia, karakter utama soal HOTS terletak pada proses berpikir yang dibutuhkan siswa untuk menemukan jawaban.


“Soal HOTS bukan soal yang sengaja dibuat sulit. Soal HOTS adalah soal yang membuat siswa berpikir lebih dalam. Tugas guru adalah menghadirkan persoalan yang mendorong siswa menganalisis, mengevaluasi, dan menemukan solusi,” ujar Rofiq.



Dalam sesi pelatihan, guru juga diarahkan memahami langkah-langkah menyusun soal HOTS, mulai dari menentukan kompetensi yang akan diukur, memilih konteks atau stimulus, menyusun indikator, hingga merumuskan pertanyaan dan pilihan jawaban yang mampu mengukur kemampuan bernalar peserta didik.


Menurut Rofiq, kemampuan menyusun bank soal juga penting agar sekolah memiliki instrumen asesmen yang terencana dan dapat digunakan secara berkelanjutan.


“Bank soal yang baik bukan sekadar banyak jumlahnya. Yang lebih penting adalah kualitas dan keterukurannya. Setiap butir harus jelas kompetensinya, tepat level kognitifnya, dan mampu memberikan gambaran kemampuan siswa,” katanya.


Dalam konteks TKA tingkat SMK, Rofiq mendorong guru menghasilkan soal yang tidak hanya menguji penguasaan materi, tetapi juga kemampuan menerapkan pengetahuan dalam situasi yang relevan. Pendekatan tersebut dinilai penting agar asesmen dapat memberikan gambaran kemampuan akademik peserta didik secara lebih komprehensif.



Ia juga mengingatkan guru untuk melakukan telaah terhadap setiap soal sebelum dimasukkan ke dalam bank soal. Proses tersebut diperlukan untuk memastikan soal memiliki kualitas yang baik, tidak menimbulkan tafsir ganda, sesuai dengan kompetensi yang diukur, serta memiliki tingkat kesulitan yang proporsional.


“Guru jangan berhenti pada kemampuan membuat soal. Guru perlu menjadi kurator soal. Pilih, telaah, perbaiki, dan pastikan setiap soal benar-benar memiliki tujuan pengukuran yang jelas,” tutur Rofiq.


Rofiq Ali Muhsin merupakan Kepala SMK Negeri 5 Madiun yang aktif dalam pengembangan kompetensi guru dan inovasi pembelajaran. Ia kerap menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan pendidikan dengan materi antara lain Pembelajaran Mendalam, asesmen, penyusunan soal HOTS, transformasi digital, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung tugas guru.


Melalui workshop tersebut, Rofiq berharap guru SMKN 1 Jiwan semakin terampil mengembangkan asesmen yang berkualitas dan mampu membangun bank soal berlevel HOTS yang relevan dengan kebutuhan pendidikan SMK. (Dik_ar)


Komentar

Tampilkan