MADIUN, Newsindonesia -- SMK Negeri 1 Jiwan Madiun terus melakukan langkah positif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Sekolah tersebut menggelar workshop bertema “Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menyusun Soal HOTS untuk Pembelajaran Mendalam”, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMKN 1 Jiwan itu diikuti para guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam menyusun asesmen yang mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Workshop tersebut menghadirkan Rofiq Ali Muhsin, S.Pd., M.T., Kepala SMK Negeri 5 Madiun, sebagai narasumber. Ia memberikan materi utama mengenai strategi meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun soal HOTS yang selaras dengan konsep Pembelajaran Mendalam.
Dalam paparannya, Rofiq mendorong guru tidak lagi memandang soal hanya sebagai alat untuk mengukur kemampuan mengingat materi. Menurutnya, asesmen harus mampu menggali kemampuan siswa dalam bernalar, menganalisis informasi, mengevaluasi persoalan, dan menemukan solusi.
“Soal HOTS bukan soal yang dibuat sulit. Soal HOTS adalah soal yang membuat siswa berpikir. Tantangannya bukan membuat siswa bingung, tetapi memberikan persoalan yang mendorong mereka menggunakan pengetahuan untuk bernalar dan memecahkan masalah,” ujar Rofiq.
Ia menjelaskan, penyusunan soal untuk Pembelajaran Mendalam perlu dimulai dari tujuan pembelajaran dan kompetensi yang hendak diukur. Guru kemudian dapat menentukan konteks permasalahan, stimulus, indikator, hingga bentuk pertanyaan yang mampu mendorong proses berpikir peserta didik.
“Kalau kita ingin siswa memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, maka asesmennya juga harus memberi ruang kepada mereka untuk berpikir. Jangan sampai pembelajaran kita berbicara tentang berpikir kritis, tetapi soal yang diberikan hanya meminta siswa menghafal,” katanya.
Menurut Rofiq, kemampuan guru dalam menyusun asesmen merupakan bagian penting dari peningkatan mutu pembelajaran. Soal yang dirancang dengan baik tidak hanya menghasilkan nilai, tetapi juga memberikan informasi mengenai kemampuan dan kebutuhan belajar siswa.
Langkah SMKN 1 Jiwan Madiun ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang terus belajar dan berinovasi. Penguatan kompetensi guru diharapkan bermuara pada pembelajaran yang lebih bermakna serta peningkatan kemampuan peserta didik dalam menghadapi berbagai persoalan secara kritis dan kreatif. (dik_ar)



