Iklan

Perhatian Presiden Prabowo Tak Redupkan Api: Karhutla Kalteng Membesar

Wednesday, August 12, 2026, 12:51 AM WIB Last Updated 2026-08-11T06:35:42Z

PALANGKA RAYA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan tingkat keparahan yang mengkhawatirkan. Meskipun telah mendapatkan perhatian dan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan di area gambut, api justru dilaporkan semakin meluas hingga hari Minggu (9/8/2026).

Kabut asap yang disertai bau tanah terbakar kini sering mengganggu permukiman penduduk dari malam hingga pagi hari. Data dari BNPB menunjukkan luas lahan yang terbakar di Kalteng telah mencapai 3.069,52 hektare, sehingga memicu turunnya Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto langsung memimpin penanganan di lapangan sesuai perintah Presiden.

Ini adalah perintah dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang secara langsung memimpin rapat terbatas. Kami dari BNPB datang ke sini untuk melihat secara langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalteng," kata Suharyanto menanggapi instruksi Kepala Negara.

Palangka Raya Diliputi 175 Kali Kebakaran, Polisi Pasang Garis Merah

Di Ibu Kota Provinsi, Palangka Raya, kondisi semakin sulit dikendalikan. Data dari Polresta Palangka Raya menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan 175 kejadian kebakaran hutan dan lahan yang menghabiskan minimal 165,08 hektare areal. Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah paling parah dengan 108 kejadian, diikuti oleh Sebangau dengan 43 kali kejadian.

Kepala Kepolisian Resort Palangka Raya, Kombes Pol Dedy Supriadi, menyampaikan bahwa medan gambut yang kering dan angin kencang mempercepat penyebaran api, seperti yang terjadi di Kalampangan dan Bukit Tunggal.

"Lahan yang terbakar diperkirakan seluas sekitar 1 hektar, di mana api menyebar cepat karena kondisi tanah gambut dan permukaan lahan yang kering serta angin yang cukup kencang," ujar Dedy. Beberapa lokasi yang terbakar kini telah dibatasi dengan garis polisi guna keperluan penyelidikan.

Kotim Memerah dengan Ratusan Titik Api, Kobar Selidiki Faktor Kesengajaan

Di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), asap dan api yang muncul dari kebakaran lahan terus menggerogoti area di sekitar Jalan Trans Kalimantan. Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, melaporkan telah terjadi 203 kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 373,8 hektare. Kecamatan Kota Besi menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yaitu sebanyak 241 titik.

Di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kebakaran yang melibatkan ratusan hektare di Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, memicu langkah tegas dari aparat penegak hukum. Satuan Reskrim Polres Kobar kini melakukan pemanggilan terhadap pemilik lahan guna menyelidiki dugaan adanya unsur kesengajaan atau pembakaran ilegal.

"Baru saja saksi-saksi yang kami periksa, kami masih mengundang pemilik lahan untuk diminta keterangan," tegas Kasatreskrim Polres Kobar, Iptu Gusti Muhammad Rifa Adabi. (*)

Komentar

Tampilkan