NGAWI, Newsindonesia -- SMKS Islamiyah Widodaren Ngawi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kegiatan In House Training (IHT) bertema Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Berbasis Digital pada Pembelajaran Mendalam.
Kegiatan ini menjadi langkah positif sekolah dalam memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam penyusunan KSP berbasis Pembelajaran Mendalam dan KKA untuk tahun ajaran 2026/2027.
IHT yang digelar di ruang rapat SMKS Islamiyah Widodaren pada Sabtu, 8 Agustus 2026 itu dirancang tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga ruang pembelajaran bagi para guru untuk memperdalam kemampuan menyusun perencanaan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi.
Sebelum penyampaian materi, sekolah menyiapkan sesi motivasi tentang pentingnya guru melek teknologi di era digital, sebagai alat bantu pembelajaran.
Rofiq Ali Muhsin, S.Pd., M.T., yang diundang sebagai narasumber, dijadwalkan membawakan materi utama mengenai perencanaan pembelajaran berbasis digital.
Dalam kegiatan itu, Rofiq akan memberi penguatan kepada guru agar mampu merancang pembelajaran yang tidak hanya administratif, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan murid di tengah perubahan zaman.
Dalam konteks pendidikan vokasi, langkah SMKS Islamiyah Widodaren ini menjadi contoh kegiatan positif yang patut diapresiasi. Sekolah tidak hanya mendorong guru mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menyiapkan ruang praktik agar inovasi pembelajaran benar-benar bisa diterapkan di kelas.
Rofiq Ali Muhsin sendiri dikenal sebagai praktisi pendidikan yang aktif mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Dalam kegiatan seperti ini, kehadirannya sering menjadi penguat bagi guru untuk lebih percaya diri menggunakan perangkat digital sebagai alat bantu mengajar, tanpa meninggalkan esensi pedagogi yang berpusat pada murid.
Melalui IHT tersebut, SMKS Islamiyah Widodaren Ngawi berharap para guru semakin siap menyusun pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan bermakna. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa sekolah terus bergerak maju dengan menghadirkan program-program pengembangan kompetensi yang positif bagi dunia pendidikan. (Dik_ar)



