Iklan

Bantahan Jessica Mila soal 'Orang Dalam' saat liburan di Pulau Padar: Foto IGS hasil editan

Thursday, August 13, 2026, 10:12 AM WIB Last Updated 2026-08-13T03:39:00Z
Bantahan Jessica Mila soal 'Orang Dalam' saat liburan di Pulau Padar: Foto IGS hasil editan
Ringkasan Berita:
  • Jessica Mila membantah pernyataannya mengenai adanya keistimewaan "orang dalam" dan menegaskan bahwa foto pemandangan di Pulau Padar yang beredar telah dimanipulasi oleh pihak tertentu.
  • Aktris tersebut menegaskan bahwa ia tidak mengetahui adanya larangan berlayar dan menyerahkan seluruh penentuan rute pelayaran kepada kapten kapal.
  • Otoritas Pelabuhan Labuan Bajo tetap akan memberikan tindakan keras terhadap pengelola kapal yang berani membawa rombongan meskipun kondisi cuaca tidak baik.

Artis Jessica Mila menyangkal isu terkait penggunaan keistimewaan atau koneksi "orang dalam" agar bisa memasuki area Pulau Padar dan Pink Beach saat jalur pelayaran ditutup.

Kunjungan tersebut mendapat perhatian karena jatuh pada masa penutupan sementara area tersebut oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.

Setelah memberikan penjelasan terkait ketahuannya tentang imbauan keselamatan kapal, Jessica Mila kini kembali menyampaikan pernyataan untuk membantah tuduhan baru yang mengarahkan kesalahannya.

Seniman berusia 33 tahun ini disebut pernah memposting sesuatu yang bernada menghina di Instagram Story (IGS) yang berkaitan dengan "orang dalam"

Dengan screenshot yang diunggah ulang oleh kerabatnya di akun Instagram pribadinya (@jscmila) pada Selasa (11/8/2026), Jessica Mila secara tegas menyangkal narasi tersebut.

Ia menegaskan bahwa foto Instagram Story yang beredar luas di media sosial dan diposting ulang oleh akun-akun hiburan merupakan hasil manipulasi atau pengeditan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dalam unggahan buktinya, Jessica Mila menunjukkan perbedaan yang jelas antara unggahan asli yang diunggah pada 9 Agustus pukul 13.00 WIB dengan gambar manipulasi yang beredar.

Asli dari unggahan aktris tersebut hanya menampilkan pemandangan matahari terbenam yang indah di perairan Labuan Bajo tanpa adanya teks apa pun.

Namun, oleh pihak tertentu, foto pemandangan milik Mila dilengkapi dengan narasi yang bersifat provokatif: "Siapa yang memiliki orang dalam itu yang bisa masuk ke padar dan pink beach."

Untuk menghentikan berita-berita palsu dan fitnah yang semakin menyebar, istri Yakup Hasibuan ini secara tegas menyatakan bahwa gambar tersebut adalah hasil editan dan berharap masyarakat tidak terpicu.

Revisi - Mila IGS yang dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab,postingan akun tulis @nurrihardi yang diunggah ulang oleh Jessica Mila.

Harap ini bisa membantu menyelesaikan masalahnya,tulis Jessica Mila melengkapi unggahan klarifikasinya.

Sebelum isu tentang postingan "orang dalam" ini muncul, Jessica Mila telah lebih dulu memberikan penjelasan rinci mengenai rangkaian perjalanan wisatanya ke Taman Nasional Komodo.

Ia menekankan bahwa keluarganya sangat mengutamakan keamanan, terlebih perjalanan tersebut juga membawa anak-anak.

"Aku dan keluarga sangat memprioritaskan keamanan serta keselamatan saat bepergian, terlebih karena ada Kyarra dan anak-anak lain dalam rombongan kami. Untuk menentukan jalur perjalanan ini, tentu kami sepenuhnya mempercayakan kepada Kapten kapal karena seluruh tanggung jawab dan keputusan mengenai rute, keamanan, dan keselamatan kami berada di tangan Kapten kapal," ujarnya pada Senin (10/8/2026).

Ia menjelaskan bahwa semua keputusan mengenai rute dan keberangkatan diserahkan sepenuhnya kepada kapten kapal.

"Saya perlu menjelaskan bahwa sejak awal tidak ada pemberitahuan dari Kapten mengenai larangan untuk berlayar ke Pulau Padar, dan kami sama sekali tidak mencurigai apa pun sepanjang perjalanan karena banyak kapal lain dan turis yang bersandar serta naik ke Pulau Padar pada hari itu, serta cuaca relatif baik," lanjutnya.

Ia menegaskan, jika sejak awal pihak kapal memberi tahu tentang ancaman cuaca buruk serta larangan resmi dari otoritas pelabuhan, keluarganya pasti akan memutuskan untuk menunda perjalanan daripada mengambil risiko keselamatan.

Namun, ia menegaskan bahwa cerita yang menyebut pihaknya memaksakan diri untuk berangkat meski sudah mengetahui adanya surat edaran adalah kesalahan dan bentuk fitnah.

"Saya sangat memahami perasaan dan memiliki empati terhadap teman-teman turis serta agen yang harus menunda pelayaran dan mengalami kerugian akibat adanya surat edaran mengenai cuaca buruk dari DJPL tersebut, namun hal itu TIDAK BENAR dan merupakan fitnah jika ada yang menyatakan bahwa kami sudah mengetahui tentang surat edaran tersebut sebelumnya dan seolah-olah kami sengaja mengabaikannya, apalagi tuduhan bahwa kami memaksa kehendak untuk tetap berangkat," tegasnya.

Mereka sama sekali tidak menerima pemberitahuan dari kapten kapal terkait larangan berlayar yang dikeluarkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo.

Di sisi lain, KSOP Labuan Bajo akan memberikan tindakan keras kepada pengelola atau kapten kapal yang terbukti nekat berlayar dan melanggar petunjuk pelayaran di tengah ancaman cuaca buruk.

Berdasarkan dugaan pelanggaran tersebut, KSOP Labuan Bajo telah mengirimkan surat panggilan kepada tiga kapten kapal yang diduga masih melanjutkan perjalanan ke Pulau Padar.

Ketiga kapten tersebut berasal dari dua kapal wisata, yaitu King Nepthune dan Sea Safari, serta satu kapal pesiar atau yacht, Grand Maoloekoe.

(*)

Lihat berita lainnya di Google News

Ikuti dan ikut serta di saluran WhatsApp

Komentar

Tampilkan