Iklan

Masuk Nominasi, Ini Cara Membuat Ndelabakh Manuk Singkil

Wednesday, August 12, 2026, 12:01 AM WIB Last Updated 2026-08-11T06:35:42Z

Liputan Jurnalis Serambi Indonesia Dede Rosadi di Aceh Singkil

, SINGKIL- Ndelabakh Manuk dan Nditak Matah merupakan dua hidangan tradisional Kabupaten Aceh Singkil, masuk dalam nominasi Resep Menu Nusantara.

Setelah melewati tahap penilaian dalam kompetisi penyajian makanan tradisional yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh.

Sehingga mewakili Provinsi Aceh, dalam ajang serupa yang akan dimasukkan ke dalam buku Resep Menu Nusantara yang diselenggarakan BPS RI di Jakarta.

Ternyata cara membuat Ndelabah Manuk dan Nditak Matah cukup sederhana.

Karena mudah, para ibu dapat membuatnya sendiri di rumah masing-masing.

Berikut bahan dan langkah-langkah pembuatan Ndelabakh Manuk serta Nditak Matah:

Ndelabakh Manuk

Bahan-bahan

1. Ayam jago muda dengan berat 7-8 ons

2. Satu buah kelapa tua berukuran besar, atau dua buah jika kecil

3. Santan kental 100 ml yang berasal dari satu buah kelapa

4. Bubuk lada hitam 1 sendok teh

5. Biji ketumbar sebanyak satu sendok makan

6. Bawang merah seberat 2 ons

7. Cabai merah 1 ons

8. Air jeruk nipis sebanyak 3 butir diambil

9. Garam secukupnya

Cara Membuat

Bersihkan ayam lalu potong memanjang, jangan dipotong kecil-kecil.

Ayam yang telah dipotong dimasak di atas api hingga matang dengan warna coklat kekuningan.

Ulek cabai merah hingga halus secara manual, hindari penggunaan blender.

Kupas bawang merah dan iris dengan halus

Kelapa parut digoreng bersama lada utuh dan biji ketumbar hingga berwarna coklat kekuningan.

Setelah itu, kelapa yang digoreng haluskan tetapi jangan sampai mengeluarkan minyak.

Aduk cabai bubuk, bawang merah, garam, santan kental, dan air perasan jeruk nipis.

Masukkan kelapa yang telah digoreng ke dalam bumbu yang sudah tercampur.

Setelah bumbu tercampur merata, oleskan ke seluruh bagian ayam panggang. Dengan demikian, Ndelabakh Manuk, siap disajikan.

 

Nditak Matah

Bahan-bahan

1. Beras ditumbuk secara manual sebanyak 500 gram

2. Sebutir kelapa muda

3. Gula pasir sebanyak 50 gram

4. Garam secukupnya

Cara Membuat

Rendam beras selama 3 jam hingga lunak, lalu haluskan dengan cara ditumbuk.

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Selanjutnya, parut kelapa muda dan ambil bagian putihnya saja. 2. Kemudian, parut kelapa yang masih muda dan hanya gunakan bagian putihnya. 3. Setelah itu, parut kelapa muda dan pisahkan bagian putihnya. 4. Berikutnya, parut kelapa setengah matang dan ambil bagian putihnya. 5. Lanjutkan dengan memarut kelapa muda dan hanya ambil bagian putihnya.

Setelah itu campurkan semua bahan seperti tepung beras, kelapa parut, gula pasir, dan tambahkan sedikit garam.

Setelah bahan tercampur merata, adonan dibentuk dengan cara dikepal menggunakan tangan.

Matah siap disajikan, selamat menikmati

Sebelumnya, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Singkil, H Zakirun Pohan, SAg, MM, menyatakan bahwa kuliner Ndelabakh Manuk dan Nditak Matah masuk dalam nominasi Resep Menu Nusantara yang berhasil diraih melalui proses pembinaan dan pendampingan terus-menerus yang dilakukan oleh pihaknya bersama BPS Aceh Singkil.

Kedua makanan tradisional tersebut sebelumnya telah dipromosikan dalam berbagai kegiatan sosialisasi.

Salah satu contohnya adalah melalui kegiatan demonstrasi memasak yang diadakan bersama MAA Aceh Singkil dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPS Kabupaten Aceh Singkil pada pertengahan Juli 2026," katanya.

Menurutnya, Ndelabakh Manuk dan Nditak Matah bukan hanya memiliki rasa khas, tetapi juga mengandung makna budaya yang telah terbentuk sejak dahulu kala.

Secara tradisional, kedua hidangan disajikan dalam upacara penanaman tiang pertama pembangunan rumah.

Masyarakat juga percaya bahwa khasiat makanan tertentu dapat membantu meningkatkan produksi air susu ibu (ASI) pada ibu yang baru saja melahirkan.

"Sebagai perlindungan hukum dan pelestarian kekayaan budaya Nditak Matah serta Ndelabakh Manuk, telah terdaftar sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Kabupaten Aceh Singkil," ujarnya.(*)

Komentar

Tampilkan