Iklan

Gempa 3 km Guncang Mamasa, Ini Penjelasan BMKG

Thursday, August 13, 2026, 10:07 AM WIB Last Updated 2026-08-13T03:39:00Z
Gempa 3 km Guncang Mamasa, Ini Penjelasan BMKG
Ringkasan Berita:
  • Gempa dengan kekuatan 2,0 skala Richter terjadi sejauh 5 km di sebelah tenggara Mamasa, Sulawesi Barat, pada hari Rabu (12/8/2026).
  • Gempa terjadi sekitar pukul 05.28.18 WIB, berada pada koordinat 2,93 LS dan 119,37 BT.
  • Episentrum gempa berada pada kedalaman 3 km, sesuai dengan data yang diumumkan oleh BMKG melalui akun resmi @infoBMKG.
 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi di sebelah tenggara Mamasa, Sulawesi Barat, pada hari Rabu (12 Agustus 2026).

Sebagai tambahan informasi, BMKG merupakan kependekan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, sebuah lembaga pemerintah non-kementerian di Indonesia yang berperan dalam menjalankan tugas pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, serta kualitas udara.

Diketahui bahwa Mamasa terletak di Provinsi Sulawesi Barat.

Kabupaten Mamasa berada di kawasan pegunungan dan berbatasan dengan Mamuju, Majene, Polewali Mandar, serta wilayah Sulawesi Selatan.

Gempa di Mamasa, menurut BMKG memiliki kekuatan 2.0.

Besarnya gempa bumi merupakan ukuran dari energi yang dilepaskan saat terjadi gempa dari titik pusatnya (hiposentrum), dan diukur dengan menggunakan skala magnitudo, seperti Skala Richter (ML) atau Magnitudo Momen (Mw).

Waktu terjadinya gempa sekitar pukul 05.28.18 WIB.

Informasi dari BMKG menyebutkan bahwa koordinat gempa berada di 2.93LS, 119.37BT.

Letak gempa terbaru berada 5 km sebelah tenggara Mamasa.

Gempa yang terjadi hari ini memiliki kedalaman 3 km.

Pengumuman gempa Mamasa diunggah di laman resmi X BMKG melalui akun @infoBMKG.

#Gempa Mag:2.0, 12-Agustus-2026 05:28:18 WIB, Lok:2.93LS, 119.37BT (5 km Tenggara MAMASA-SULBAR), Kedalaman:3 Km #BMKG

DisclaimerInformasi ini menekankan kecepatan, sehingga hasil pemrosesan data belum tetap dan dapat berubah seiring dengan lengkapnya data,"tulis BMKG di halaman resmi X @infoBMKG yang dikutip.

Berdasarkan skala MMI yang diambil dari situs BMKG, berikut informasi MMI yang bisa dipelajari.

I MMI

Gempa bumi tidak terasa kecuali dalam kondisi yang sangat luar biasa oleh sejumlah orang.

II MMI

Getaran atau guncangan gempa terasa oleh sejumlah orang, benda-benda kecil yang digantung seperti lampu gantung berayun.

III MMI

Gempa bumi terasa jelas di dalam rumah.

Getaran terasa seperti sedang berada di dalam truk yang sedang melaju.

IV MMI

Pada siang hari, terasa oleh banyak orang di dalam rumah, sedangkan beberapa orang di luar rumah merasakan getaran, keramik retak, jendela/pintu bergetar hingga berbunyi, dan dinding mengeluarkan suara.

V MMI

Gempa bumi dapat dirasakan oleh sebagian besar orang, orang-orang berlarian, peralatan rumah tangga retak, barang-barang terlempar, tiang dan benda besar tampak goyah, serta lonceng bisa berhenti berayun.

VI MMI

Gempa bumi terasa oleh seluruh masyarakat.

Banyak orang kaget dan berlari keluar, plester dinding mengelupas, dan cerobong asap di pabrik rusak, dengan kerusakan yang tidak terlalu parah.

VII MMI

Semua orang di dalam rumah pergi keluar.

Kerusakan kecil pada rumah yang memiliki struktur dan konstruksi yang baik.

Sementara itu, pada bangunan yang memiliki konstruksi yang tidak memadai terjadi retakan atau bahkan kerusakan parah, saluran asap retak.

Dan getaran bisa dirasakan oleh seseorang yang sedang mengendarai kendaraan.

 

VIII MMI

Kerusakan kecil pada struktur bangunan yang kokoh.

Kerusakan pada bangunan yang memiliki struktur tidak memadai, dinding terlepas dari kerangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang memiliki struktur kokoh, kerangka rumah menjadi melengkung, terjadi banyak retakan.

Rumah terlihat berpindah dari fondasi awalnya. Saluran pipa di dalam rumah rusak.

X MMI

Bangunan kayu yang kokoh rusak, kerangka rumah terlepas dari fondasinya, tanah retak dan rel melengkung, longsoran tanah terjadi di setiap sungai serta daerah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan yang sedikit saja yang masih berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah.

Pipa yang berada di bawah tanah sudah tidak bisa digunakan lagi, tanah retak, rel sangat melengkung.

XII MMI

Hancur sama sekali, gelombang terlihat di permukaan tanah.

Lanskap menjadi gelap, benda-benda terlempar ke langit.

(*)

Berita Gempa Terkini

(/Amiruddin)

Komentar

Tampilkan