LAMANDAU— Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah kini menyebar hingga ke Kabupaten Lamandau. Sekitar 10 hektare lahan semak belukar di seberang Desa Batu Kotam, Kecamatan Bulik, dilaporkan habis terbakar.
Di balik usaha mengatasi kebakaran tersebut, tersimpan kisah perjuangan tak kenal menyerah dari tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan. Mereka harus melewati medan yang sangat sulit dan terpencil untuk memastikan api tidak semakin membesar.
Kepala Pelaksana BPBD Lamandau, Hendikel, mengungkapkan besarnya tantangan yang dihadapi petugas di lapangan yang tidak dapat memanfaatkan kendaraan operasional darat.
"Tim di lapangan terus berkoordinasi dalam mengambil langkah terbaik untuk penanganan, mengingat medan menuju lokasi kebakaran sangat sulit dan tidak dapat dicapai oleh kendaraan darat. Mereka harus menggunakan perahu untuk menyeberang dan melanjutkan perjalanan kaki sejauh sekitar 4 km," kata Hendikel.
Kalteng Tetapkan Status Darurat Hingga OktoberKondisi buruk di Lamandau hanyalah salah satu dari banyaknya gambaran perjuangan dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Tanah Tambun Bungai. Mengingat ancaman kebakaran lahan yang masih mengancam di berbagai wilayah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menegaskan komitmennya dengan tetap mempertahankan Status Siaga Darurat Karhutla hingga 31 Oktober 2026.
Untuk mengendalikan laju kebakaran yang terus mengancam permukiman serta kualitas udara, penggunaan sumber daya manusia dan armada udara dilakukan secara besar-besaran.
Sebanyak 10.700 personel gabungan telah ditempatkan di berbagai lokasi yang rentan. Tidak hanya jalur darat, penanganan juga didukung sepenuhnya dari udara dengan tiga armada helikopter.water bombingserta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang terus dipercepat secara penuh untuk memicu hujan buatan di daerah yang terkena dampak. (*)