Iklan

18 Sekolah Ikut Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026, Tumbuhkan Olahraga Inklusif

Monday, July 6, 2026, 9:18 AM WIB Last Updated 2026-07-06T12:46:43Z
 

- Sebanyak 18 lembaga pendidikan yang terdiri dari Sekolah Luar Biasa (SLB), sekolah inklusi, serta komunitas penyandang disabilitas mengikuti Kejuaraan Fun Atletik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) 2026. Kompetisi ini diadakan pada hari Sabtu (4/7) di Stadion Atletik Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur.

Perhelatan Fun Atletik ABK 2026 adalah inisiatif bersama antara PT Petualang Berani Melangkah dan London School Beyond Academy (LSBA), sebuah lembaga pelatihan dan pengembangan keterampilan yang berada di bawah LSPR Institute of Communication and Business. Acara ini juga didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta (Dispora), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta (Dinkes), serta Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Pelaksanaan kejuaraan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat gerakan olahraga yang inklusif di Indonesia. Sebagai ganti, memberikan kesempatan yang sama bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk mengembangkan bakat, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperoleh pengalaman berkompetisi dalam lingkungan yang aman, positif, dan mendukung disabilitas.

Lomba akan menyelenggarakan lari jarak 25 meter, 50 meter, dan 100 meter untuk kategori putra dan putri yang dibagi berdasarkan kelompok usia 13–16 tahun, 17–21 tahun, serta 22 tahun ke atas dengan total 18 sekolah dan 120 peserta. Keseluruhan rangkaian kegiatan didukung oleh 27 relawan yang akan menemani peserta mulai dari pendaftaran, pemanasan, pelaksanaan lomba, hingga penyerahan hadiah.

Ketua PT Petualang Berani Melangkah M. Muslih Fathoni menyatakan, Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026 diadakan guna menyediakan ruang yang ramah bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Tujuannya adalah agar mereka mampu menunjukkan bakat dan semangat melalui olahraga.

"Kejuaraan Fun Atletik Anak Berkebutuhan Khusus 2026 bukan hanya sebuah kompetisi, tetapi menjadi tempat bagi setiap anak untuk menunjukkan bakat, keberanian, dan semangat. Kami yakin bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai prestasi," ujar M. Muslih Fathoni.

"Melalui kompetisi ini, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan olahraga yang inklusif, penuh rasa kebersamaan, dan mampu memberikan semangat kepada lebih banyak orang," katanya.

Sebagai co-organizer, London School Beyond Academy (LSBA) dan LSPR Institute of Communication and Business berkomitmen menyediakan lebih banyak kesempatan partisipasi bagi penyandang disabilitas melalui kegiatan yang mendorong penguasaan keterampilan, pembentukan karakter, serta interaksi sosial. Kemitraan ini merupakan bagian dari upaya LSBA dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif sekaligus memperluas peluang bagi individu dengan kebutuhan khusus untuk berkembang di berbagai bidang, termasuk olahraga.

Kepala London School Beyond Academy (LSBA) Chrisdina Wempi menyatakan, olahraga memainkan peran penting dalam memperkuat rasa percaya diri, kemandirian, serta kemampuan sosial peserta.

"Turnamen ini menjadi ruang bagi setiap peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya serta membuktikan bahwa setiap individu layak mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang. Melalui kerja sama ini, kami berharap semakin banyak pihak yang ikut berpartisipasi dalam membangun budaya olahraga yang inklusif di Indonesia," ujar Chrisdina.

Menurutnya, kejuaraan Fun Atletik ABK 2026 berharap dapat menciptakan antusiasme peserta dalam berpartisipasi secara aktif dan terus-menerus dalam olahraga atletik, serta mewujudkan aktivitas olahraga yang ramah dan inklusif bagi seluruh Anak Berkebutuhan Khusus. Selain itu, memberikan pengalaman kompetitif yang bisa menjadi bekal untuk mengikuti berbagai lomba atau kegiatan olahraga lainnya di masa depan.

"Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh kerja sama antar sektor dalam memperluas kesempatan berolahraga bagi penyandang disabilitas. Di masa depan, kompetisi ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin yang terus mendorong munculnya prestasi serta memperkuat budaya inklusi di Indonesia," ujar Chrisdina Wempi.

Komentar

Tampilkan