
, PELAIHARI- Pengangkatan Kabupaten Tanahlaut (Tala) sebagai pusat jagung Kalimantan Selatan tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi acara peresmian.
Selain itu, memunculkan harapan baru bagi para petani agar hasil panen mereka memiliki harga yang lebih jelas.
Harapan ini muncul setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan Tabel Rafaksi Jagung sebagai pedoman pengelolaan perdagangan.
Tindakan tersebut diharapkan mampu membentuk sistem perdagangan yang lebih adil, jelas, serta menjamin harga yang stabil bagi para petani.
Peluncuran dilaksanakan di lahan pertanian seluas 10 hektar milik Joko Susilo di Desa Banyuirang, Kecamatan Batibati, Senin sore kemarin.
Acara tersebut dihadiri oleh Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Gubernur H Muhidin, Bupati Tala H Rahmat Trianto, serta para anggota Forkopimda.
Selain peluncuran, Gubernur Kalsel juga menyerahkan lima unit traktor empat roda kepada Polda Kalimantan Selatan sebagai bentuk dukungan untuk mempercepat pengolahan lahan dan meningkatkan hasil pertanian.
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan di sektor pertanian tidak dapat dicapai secara mandiri, tetapi memerlukan keterlibatan bersama dari pemerintah, TNI-Polri, kelompok tani, dunia usaha, serta masyarakat.
Ia mengatakan Tanahlaut memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pusat produksi jagung. Dengan semangat kerja sama dan sinergi yang kuat, pihaknya yakin daerah ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
"Kami dari Polri akan terus hadir mendukung setiap inisiatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan," katanya.
Setelah peluncuran, Kapolda berbicara langsung dengan para petani yang menyampaikan berbagai masalah di lapangan, mulai dari kebutuhan alat produksi, pengelolaan lahan hingga pemasaran hasil panen.
Berbagai masukan tersebut akan digunakan sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam merancang strategi pengembangan sektor pertanian.
Seorang warga Pelaihari, Muhammad Arifin, menyambut baik pengangkatan Tanahlaut sebagai pusat produksi jagung.
Menurutnya, kebijakan tersebut akan memberikan dampak yang baik jika diiringi dengan pendampingan yang terus-menerus bagi para petani.
"Sebelumnya para petani sering khawatir mengenai harga saat musim panen. Semoga dengan adanya panduan harga ini, hasil panen lebih dihargai sehingga para petani semakin bersemangat menanam jagung," katanya, Selasa (30/6/2026).
Pernyataan serupa disampaikan oleh warga Kecamatan Batibati, Nur Aisyah. Ia berharap status sebagai sentra jagung tidak hanya sebatas pada upacara formal.
Namun diiringi dengan peningkatan infrastruktur pertanian, bantuan alat, serta kemudahan dalam pemasaran hasil panen.
"Jika produksi meningkat dan pemasaran berjalan lancar, tidak hanya petani yang mendapatkan manfaat, tetapi juga perekonomian masyarakat di Tanahlaut akan ikut berkembang," katanya.
Dengan luasnya lahan yang tersedia, dukungan alat mesin pertanian, serta kebijakan tata niaga yang lebih menguntungkan petani, penentuan Tanahlaut sebagai Pusat Jagung Kalimantan Selatan diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi.
Di sisi lain, memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah tersebut.
(/banyu langit roynalendra nareswara)