Iklan

Perempuan tunarungu di Medan ditabrak dan motornya dicuri saat ambil pesanan

Wednesday, July 8, 2026, 8:44 PM WIB Last Updated 2026-07-08T00:22:51Z
Perempuan tunarungu di Medan ditabrak dan motornya dicuri saat ambil pesanan

– Sedihnya seorang pengemudi ojek online perempuan yang memiliki keterbatasan pendengaran di Medan ditabrak oleh angkot saat sedang menuju titik penjemputan pesanan dan motornya hilang dicuri.

Nasib menyedihkan dialami seorang pengemudi ojek online perempuan bernama Rosa (26) yang menjadi korban kecelakaan dan pencurian di Medan.

Rosa tertabrak oleh angkot ketika sedang berusaha mengambil pesanan di kawasan Jalan Jamin Ginting, tidak jauh dari kompleks Citra Garden, Medan.

Sementara sepeda motornya justru dicuri oleh penumpang angkot yang seolah-olah ingin membantu korban dengan menyelamatkan semua barang korban.

Vandi, teman Rosa, menceritakan awalnya ia mengetahui perempuan penyandang tunarungu itu mengalami kecelakaan ketika menerima panggilan dari ponsel korban.

Pada saat itu, ia mendapatkan informasi dari penduduk setempat mengenai peristiwa yang menimpa korban, sehingga akhirnya ia pergi ke tempat kejadian.

Jadi pukul 11.45 WIB, beliau menelepon saya, tetapi yang berbicara bukan dia. Orang yang menolongnya itu. Mengatakan bahwa kakak (korban) mengalami kecelakaan.

Jadi saya spontan, mohon kirimkan lokasinya ke saya, mohon foto dia," katanya, Senin (6/7/2026).

Setelah memverifikasi kondisi korban, ia mengungkapkan bahwa ia segera berkoordinasi dengan rekan-rekan sesama pengemudi ojek online yang berada dekat dengan lokasi korban.

"Saya akan menghubungi teman-teman, yang paling dekat dengan lokasi tersebut, lokasinya berada di Jalan Jamin Ginting," katanya.

Ia menjelaskan, awalnya Rosa berencana mengambil pesanan di kawasan Pasar Baru tetapi terkena tabrakan oleh angkot yang diduga melaju dengan tidak wajar.

Kata, karena kecepatan angkot yang terlalu tinggi mengenai sepeda motor Rosa sehingga akhirnya membuatnya goyah dan jatuh.

Saat ia jatuh, sopir angkotnya turun sebentar. Ia mengatakan kepada orang yang berada di sekitar, bahwa ia akan bertanggung jawab.

Tetapi dia sedang membawa penumpang, dia berjanji kepada orang yang ada di sana akan menurunkan penumpang terlebih dahulu di daerah Pajus, kemudian kembali arah untuk membantu Rosa ini.

Tapi enggak balik," ungkapnya.

Tidak lama kemudian, tiba seorang pria yang diketahui adalah penumpang angkot 103 yang menabrak Rosa.

Pada saat itu, pelaku terlihat seakan-akan akan membantu korban dengan menyelamatkan semua barang milik korban.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa pelaku juga tampak membantu korban naik ke becak kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Di mana, akibat kecelakaan tersebut, Rosa mengalami nyeri di bagian dada sebelah kiri karena terbentur setang sepeda motornya.

Jadi kita angkat saudara kita ini ke dalam becak. Pelaku ini juga mengangkatnya seolah-olah dia adalah orang yang baik juga.

Kami tidak memiliki pikiran yang negatif. Karena kami melihat adik kami ini sudah sangat sedih," katanya.

Pada saat itu, sepeda motor korban disimpan di sebuah bengkel yang berada di depan lokasi kecelakaan Rosa karena semua temannya membawa kendaraan masing-masing.

Saat tiba di rumah sakit, pelaku bahkan meminta foto agar meyakinkan bahwa ia bekerja di salon tempat sepeda motor korban disimpan.

"Ia mengaku bekerja di salon itu," katanya.

Tidak lama kemudian, pelaku diketahui telah kembali lebih dulu ke tempat kejadian setelah meminta bantuan dari seorang pengemudi ojek online yang merupakan teman korban.

Saat tiba di salon, pelaku mengaku meminta kunci motor korban kepada pihak salon tetapi tidak diberikan.

Namun, karena pelaku mengatakan bahwa ia pergi bersama teman korban, akhirnya pihak salon percaya dan menyerahkan kunci sepeda motor tersebut.

Jadi pikiran dari salon ini membangkitkan teman yang tadi, yang sudah ada sejak awal. Berikanlah ini bang kunci ini. Pergilah orang itu bang.

Tetapi rekan kita ini sudah berjalan lebih dulu, yang tuna rungu, baru dia," katanya.

Namun, ketika mereka kembali ke salon tersebut untuk mengambil sepeda motor korban, pihak salon mengatakan bahwa sepeda motor korban telah diambil oleh seorang pria yang mengklaim sebagai rekan korban.

Akibat kejadian tersebut, ia mengakui bahwa mereka telah melaporkan kasus pencurian tersebut ke Polsek Medan Baru agar segera diungkap.

(mns/)

Baca berita lain dari TRIBUN MEDAN di Google News

Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA

Berita populer lainnya di Tribun Medan

Komentar

Tampilkan