MADIUN, Newsindonesia -- SMK Negeri 4 Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi guru.
Sekolah tersebut menggelar workshop penyusunan perangkat pembelajaran sebagai bagian dari persiapan implementasi pembelajaran pada tahun ajaran baru sekaligus mendukung penguatan Kurikulum Merdeka.
Kegiatan yang diikuti seluruh guru itu menghadirkan Rofiq Ali Muhsin, S.Pd., M.T., Kepala SMK Negeri 5 Madiun, sebagai narasumber.
Workshop difokuskan pada pengembangan perangkat pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital.
Melalui kegiatan tersebut, para guru mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan perangkat pembelajaran yang berorientasi pada Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar mengajar, serta penguatan asesmen yang selaras dengan capaian pembelajaran.
Dalam paparannya, Rofiq Ali Muhsin menekankan bahwa perangkat pembelajaran harus menjadi panduan yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang aktif, kolaboratif, dan bermakna bagi peserta didik.
“Perangkat pembelajaran bukan sekadar dokumen administrasi. Di dalamnya terdapat desain bagaimana guru menghidupkan kelas sehingga siswa terdorong untuk berpikir, berkarya, dan berkembang sesuai potensinya,” ujar Rofiq.
Ia menambahkan bahwa guru perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai pendukung pembelajaran tanpa meninggalkan nilai-nilai pedagogis.
“Guru yang terus belajar akan selalu menemukan cara baru untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan. Ketika guru bertumbuh, sekolah akan berkembang, dan siswa akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih berkualitas,” katanya.
Workshop berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, serta sesi berbagi pengalaman antarguru. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang lebih berkualitas dan siap diterapkan pada proses belajar mengajar.
Melalui workshop ini, SMKN 4 Madiun menunjukkan langkah nyata dalam membangun budaya belajar bagi para pendidik. Penguatan kapasitas guru menjadi bagian penting dari upaya sekolah menciptakan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu lulusan. (Dik_ar)



