Iklan

Rofiq Ajak Guru SMK Optimalkan AI untuk Buat RPP dan Bank Soal TKA

Thursday, July 9, 2026, 9:30 AM WIB Last Updated 2026-07-09T02:33:54Z



MADIUN, Newsindonesia -- Transformasi digital di dunia pendidikan harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. 

Pesan tersebut disampaikan Rofiq Ali Muhsin, S.Pd., M.T. saat menjadi narasumber dalam workshop peningkatan kompetensi guru di SMKN 4 Madiun.

Pada kesempatan itu, Rofiq membawakan materi mengenai optimalisasi teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), sebagai alat bantu mengajar, dengan fokus pada penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta pengembangan bank soal standar Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi guru SMK.

Menurut Rofiq, perkembangan AI memberikan peluang besar bagi guru untuk bekerja lebih efektif sehingga dapat lebih banyak mencurahkan perhatian pada peningkatan kualitas proses belajar mengajar.



“AI seharusnya mengurangi beban administratif guru, bukan menggantikan guru. Ketika pekerjaan teknis dapat diselesaikan lebih cepat, guru memiliki lebih banyak waktu untuk merancang pembelajaran yang kreatif, membimbing siswa, dan membangun karakter mereka,” ujar Rofiq.

Ia menjelaskan bahwa RPP berbasis Pembelajaran Mendalam tidak cukup hanya memuat tujuan dan langkah pembelajaran. Perangkat ajar harus mampu mendorong siswa berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, serta mengaitkan materi dengan kehidupan nyata.

Selain membahas penyusunan RPP, Rofiq juga memberikan pelatihan mengenai penyusunan bank soal standar TKA. Menurutnya, kualitas asesmen menjadi salah satu faktor penting dalam mengukur keberhasilan pembelajaran.

“Bank soal yang berkualitas bukan sekadar kumpulan pertanyaan. Setiap butir soal harus dirancang untuk mengukur kemampuan bernalar, menganalisis, dan memecahkan masalah. Dari asesmen yang baik, guru memperoleh data yang akurat untuk memperbaiki proses pembelajaran,” katanya.



Dalam sesi praktik, para guru diajak memanfaatkan berbagai platform AI untuk membantu menyusun tujuan pembelajaran, modul ajar, indikator asesmen, hingga menghasilkan variasi soal yang sesuai dengan standar TKA. Namun, Rofiq mengingatkan bahwa hasil dari AI harus tetap melalui proses telaah dan penyempurnaan oleh guru.

“Guru tidak boleh menjadi operator AI semata. Profesionalisme guru terlihat dari kemampuannya mengkritisi, memvalidasi, dan menyempurnakan hasil yang diberikan teknologi agar benar-benar sesuai dengan karakter peserta didik,” tuturnya.

Rofiq Ali Muhsin merupakan Kepala SMK Negeri 5 Madiun yang aktif menjadi narasumber berbagai pelatihan peningkatan kompetensi guru di berbagai daerah. Ia dikenal konsisten mendorong transformasi digital di sekolah melalui pemanfaatan AI, pengembangan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), penyusunan asesmen berkualitas, serta penguatan kompetensi guru agar mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. (Dik_ar)




Komentar

Tampilkan