Iklan

Pemesanan IPO Saham PRDL Diserbu 1,2 Juta SID Sebelum Tutup Pukul 09.00 Hari Ini

Wednesday, July 8, 2026, 8:49 PM WIB Last Updated 2026-07-08T00:22:51Z

.CO.ID - JAKARTA.Peluang terakhir untuk melakukan pembelian saham perdana PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL). Masa pendaftaran umum saham perdana alias Initial Public Offering(IPO) PRDL ditutup pada hari ini, Selasa 7 Juli 2026 pukul 09.00 WIB.

Pembukaan penawaran umum saham PRDL telah dimulai sejak 1 Juli 2026. Harga penawaran saham PRDL yaitu Rp 120 per lembar saham.

Dengan harga tersebut, penawaran saham PRDL dalam IPO langsung diminati oleh para investor. Hingga Selasa (7/7) pukul 06.00 WIB, pantauan di Stockbit menunjukkan sebanyak 1,2 juta Nomor Identifikasi Investor (SID) sedang mengantri untuk mendapatkan saham PRDL.

Perusahaan yang memproduksi dan memproses alat kesehatan diagnostik menawarkan 522,9 juta saham. Jumlah tersebut setara dengan 30% dari modal yang telah disetor dan ditempatkan sepenuhnya setelah IPO.

Dengan demikian, perusahaan yang memproduksi dan mengolah alat kesehatan diagnosis tersebut berpeluang mendapatkan dana segar sebesar Rp 62,74 miliar. Dana dari IPO akan digunakan oleh PRDL untuk berbagai keperluan.

Berdasarkan prospektusnya, harga penawaran saham perdana (IPO) sebesar Rp 120 per saham,Price to Earning Ratio(PER) PRDL mencapai 8,61 kali. Sebaliknya,Price to Book Value(PBV) PRDL berada pada tingkat 0,000022 kali.

Kepala Eksekutif Prodia Diagnostic Line, Cristina Sandjaja, menyampaikan bahwa PRDL memiliki lebih dari 1.083 SKU produk dan mencakup 38 provinsi serta 370 kabupaten/kota, serta telah digunakan oleh lebih dari 7.611 pelanggan di Indonesia.

"Jaringan ini meliputi sekitar 6.924 puskesmas, 288 rumah sakit, 317 dinas kesehatan kabupaten/kota, serta puluhan lembaga kesehatan lainnya," katanya dalam acara Stock Idea Talks Sucor Sekuritas, Rabu (1/7).

Cristina mengatakan bahwa prospek industri kesehatan masih sangat menjanjikan. Di mana, pemerintah telah menyalurkan anggaran kesehatan sebesar Rp 244 triliun pada tahun 2026 serta menetapkan program skrining kesehatan nasional yang mencakup sekitar 140 juta penduduk.

Tonton: Bank Mandiri Perkuat UMKM Melalui KUR Sebesar 17,77 Triliun Rupiah

Didukung oleh lebih dari 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia serta meningkatnya perhatian pemerintah terhadap deteksi dini penyakit, Cristina mengatakan bahwa industri diagnostik in vitro diprediksi masih memiliki ruang untuk pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

"Melalui jaringan distribusi yang telah menjangkau hampir seluruh Indonesia serta dukungan produk dengan tingkat TKDN yang tinggi, kami yakin mampu memperluas pangsa pasar sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan nasional," ujarnya.

Merujuk pada kinerja tahun buku 2025, PRDL mencatatkan pendapatan sebesar Rp 74,4 miliar, naik 27% dibanding tahun sebelumnya. Dari sisibottom line, laba bersih PRDL meningkat 70,7% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 16,9 miliar.

Berkat dasar bisnis dan prospek industri yang masih terbuka, Cristina yakin pihaknya mampu memanfaatkan momentum IPO untuk memperluas cakupan bisnis serta meningkatkan kemampuan operasional.

Komentar

Tampilkan