
- Program BERANI (Bersama Anwar-Renny) yang diusung oleh Pasangan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A Lamadjido terus menunjukkan hasil yang jelas.
Sejak diluncurkan pada Januari 2025, pelaksanaan program prioritas ini terus berkembang, mulai dari bidang pendidikan, layanan kesehatan gratis, hingga pembagian infrastruktur jalan yang merata.
Hasil dari program tersebut disampaikan langsung dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor Bappeda Sulteng, Jl. Moh. Yamin, Kecamatan Palu Timur, Senin (6/7/2026).
Pembukaan konferensi pers yang digagas oleh Kepala Dinas Kominfosantik Sulteng, Agus Wahyu, dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur dr. Renny Lamadjido, serta dihadiri oleh para kepala OPD dan jurnalis.
Di dalam pidatonya, Wakil Gubernur dr. Renny menekankan bahwa Program BERANI bukan hanya sekadar frasa politik atau hiasan di kertas, tetapi kebijakan nyata yang langsung menyentuh kebutuhan hidup masyarakat.
"Sahabat-sahabat jurnalis adalah ujung tombak kami. Jika memang ada yang masih kurang, silakan sampaikan. Kami terbuka terhadap kritik dan saran agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik," kata dr. Renny dengan hangat.
Macam-macam Program BERANI, diantaranya:
1. Berani Cerdas: Anggaran sebesar Rp351 Miliar, Kuliah Gratis hingga Layanan Internet Starlink
Pendidikan menjadi prioritas utama dengan penganggaran terbesar melalui program BERANI Cerdas.
Pemerintah Provinsi Sulteng menganggap pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk memutus siklus kemiskinan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Firmanza Dg Parebba, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 ini, pemerintah menyediakan dana yang sangat besar sebesar Rp351 miliar yang dibagi dalam tujuh program utama.
Detail inovasi Program BERANI Cerdas pada 2026:
- Jumlah Kuota Beasiswa Pendidikan Tinggi Ditingkatkan: Anggaran beasiswa untuk mahasiswa mencapai Rp264 miliar.
- Tidak hanya untuk S1, kini cakupannya mencakup hingga 100 mahasiswa S2, 20 mahasiswa S3, 10 dokter spesialis, serta bantuan dalam menyelesaikan tugas akhir.
- Jumlah penerima manfaat dalam jangka dua tahun diperkirakan mencapai 50.000 mahasiswa.
- Bantuan Pendidikan Sekolah Swasta: Siswa dari keluarga yang memiliki penghasilan rendah (desil 1 sampai desil 5) yang belajar di sekolah menengah atas/kejuruan swasta berbayar akan ditanggung seluruhnya oleh pemerintah.
- Layanan Digital dan SMK: Penyediaan akses internet melalui satelit Starlink bagi sekolah di daerah terpencil, serta pendanaan uji kompetensi dan Praktik Kerja Industri (Prakerin) SMK sebesar Rp21,56 miliar.
- Bantuan untuk Guru dan Seragam: Beasiswa S2 bagi 99 guru yang bekerja sama dengan Universitas Terbuka senilai Rp2,48 miliar, serta pemberian seragam gratis kepada siswa yang kurang mampu.
"Anggaran sebesar Rp351 miliar ini adalah langkah yang dilakukan oleh Bapak Gubernur dalam rangka mengatasi buta huruf serta kemiskinan. Dasar dalam membangun peradaban Sulawesi Tengah adalah pendidikan," tegas Firmanza.
2. Berani Sehat: Berobat Gratis Melalui BPJS dan Jalur Khusus Non-JKN
Di bidang kesehatan, program BERANI Sehat menjamin tidak ada warga Sulawesi Tengah yang mengalami kesulitan dalam memperoleh layanan medis di Puskesmas maupun Rumah Sakit.
Kepala Divisi Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sulteng, Fatma A. Deu, mengungkapkan bahwa program ini berjalan dengan baik melalui dua skema:
Sistem Integrasi BPJS Kesehatan: Pemerintah menanggung iuran peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan mendaftarkan warga mandiri yang memiliki tunggakan atau belum aktif ke segmen PBPU.
Sampai bulan Juni 2026, pencairan dana jaminan kesehatan telah mencapai sebesar Rp52,4 miliar.
Skema Non-JKN (Kasus Khusus): Pemerintah menanggung seluruh biaya pengobatan yang tidak ditangani oleh BPJS, seperti korban KDRT, korban kekerasan/penyerangan, serta kejadian luar biasa (wabah).
Selama semester awal tahun 2026, telah terdapat 190 pasien yang mendapatkan bantuan melalui skema tersebut.
Dinas Kesehatan Sulteng kini menggunakan aplikasi Sehati untuk mempercepat proses verifikasi data pasien serta membantu penerbitan NIK bagi anak-anak yang belum memiliki identitas.
3. Berani Lancar: Perburuan Target 1.000 Kilometer Jalan Desa
Infrastruktur tidak terlepas dari perhatian. Melalui program BERANI Lancar, koneksi antarwilayah di Sulteng terus ditingkatkan guna menggerakkan roda perekonomian baru.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulteng, Faidul Keteng, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 ini, pihaknya sedang mengelola 57 ruas jalan serta 10 jembatan dengan anggaran total sebesar Rp208,98 miliar.
Aspek utama pengembangan infrastruktur Sulteng tahun ini mencakup:
Kontrak Jangka Panjang: Sebanyak 12 paket kontrak tahunan dengan total nilai Rp604,82 miliar berjalan dengan baik untuk memastikan proyek jalan provinsi selesai secara berkelanjutan.
Jalan Non-Multitahun: Penanganan 46 ruas jalan dengan total panjang 43,73 kilometer.
Program 1.000 Km Jalan Desa: Tahun ini berhasil membangun 26 ruas jalan desa dengan total panjang 19,76 kilometer.
Jembatan: Pembangunan 10 buah jembatan (total panjang 52 meter) dengan anggaran sebesar Rp24 miliar.
Faidul Keteng yakin, jalan yang lancar akan mempermudah petani, pekebun, dan nelayan dalam mendistribusikan hasil pertanian mereka, yang pada akhirnya secara langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Seribu Megalit. (*)