Ringkasan Berita:
- Pemain tengah Bali United asal Belanda, Tim Receveur, tiba-tiba menjadi perhatian publik negara asalnya.
- Receveur adalah pemain tengah asal Belanda yang berusia 34 tahun namun masih aktif bermain untuk Bali United.
- Banyak klub yang berani memberikan gaji yang pantas kepada pemain Eropa, khususnya dari Belanda, termasuk Bali United.
- Pemain tengah Bali United asal Belanda, Tim Receveur, tiba-tiba menjadi perhatian publik negara asalnya setelah mengeluh tentang karier di Liga Indonesia dengan gaji yang sangat menarik.
Tim Receveur adalah seorang pemain tengah asal Belanda yang berusia 34 tahun namun masih aktif bermain untuk Bali United di BRI Super League 2025/26.
Ia resmi bergabung dengan Bali United pada 14 Juli 2025, setelah masa kontraknya di Almere City berakhir pada akhir musim 2024-2025.
Receveur menghabiskan sebagian besar karier sepakbolanya di Belanda bersama beberapa klub besar, ia juga merupakan lulusan akademi Ajax U-19.
Almere City dan FC Dordrecht adalah dua klub yang paling lama ia perkuat sepanjang karier, namun kisah menarik justru berasal dari Indonesia.
Ia mengakui tingkat kompetisi sepak bola di Tanah Air masih rendah, namun gaji yang diperoleh dari Liga Indonesia tidak boleh dianggap remeh.
Banyak klub yang berani memberikan gaji yang pantas kepada pemain Eropa, khususnya dari Belanda, termasuk Bali United sendiri.
Bali United diasuh oleh Johnny Jansen, dan beberapa pemain asal Belanda selain Receveur yaitu Mike Hauptmeijer, Jordy Bruijn, Thijmen Goppel, serta Jens Raven.
Meskipun Receveur menerima tawaran untuk bermain di Timur Tengah, ia tidak pernah menyesal dengan pilihannya untuk berkarya di Indonesia.
"Klub-klub di mana Anda dapat memperoleh penghasilan yang pantas," ujar Tim Receveur sebagaimana dilaporkan Superball.id dari Voetbal Primeur.
Di mana tingkatnya mungkin sedikit lebih rendah, tetapi di lokasi-lokasi yang bisa Anda nikmati bersama keluarga.
"Meskipun secara diam-diam saya juga terbuka untuk bermain di Timur Tengah, hal itu sama sekali tidak mungkin bagi saya," katanya.
Indonesia bukanlah tempat asing bagi Receveur, ia mengatakan pernah berkunjung pada tahun 2019 di Bali dan saat itu bertemu dengan Stefano Lilipaly.
Pada masa itu, Receveur masih bermain di Almere City, namun pernah mengatakan akan bermain untuk Bali United, meskipun awalnya hanya bercanda.
Enam tahun kemudian, Receveur benar-benar mengabulkan leluhurnya dengan bergabung ke klub yang berasal dari Pulau Dewata ini.
"Saya berada di sana pada tahun 2019 dan secara kebetulan bertemu dengan Stefano Lilipaly, yang telah memulai petualangannya jauh lebih dulu," ujar Receveur lagi.
Kemudian saya pergi menyaksikan salah satu pertandingan mereka di Bali United, dan itu benar-benar luar biasa, bahkan pada saat itu, saya mengatakan dengan nada bercanda.
"Tapi, ini tampaknya juga sesuai dengan saya. Sangat luar biasa bahwa hal ini benar-benar terjadi enam tahun kemudian," tambahnya.
Karena pengakuan tersebut, Voetbal Primeur terkesan dengan pengalaman karier Receveur di Liga Indonesia.
"Tapi, ini tampaknya juga sesuai dengan saya. Sangat luar biasa bahwa hal ini benar-benar terjadi enam tahun kemudian," tambahnya.
Karena pengakuan tersebut, Voetbal Primeur terkesan dengan pengalaman karier Receveur di Liga Indonesia.
Tim Receveur pernah mempertimbangkan untuk pensiun tiga kali, namun kini bermain untuk tim yang diidamkannya.
"Seorang pemain tengah berusia 34 tahun saat ini bermain untuk Bali United di tingkat tertinggi sepak bola Indonesia," tulis Voetbal Primeur.(*)
Sumber : Bolasport
Ikutlah berita lainnya di GOOGLE NEWS