Ringkasan Berita:
- Kepala Dinas Pendidikan Maluku Utara mengunjungi Pulau Moti guna meninjau situasi pendidikan di kawasan kepulauan tersebut.
- Pemerintah memastikan percepatan pemugaran SMA Negeri 7 Pulau Moti yang pernah terbakar agar segera dapat berfungsi kembali.
- Rombongan juga mengunjungi pelaksanaan SPMB, fasilitas sekolah, serta berdiskusi dengan guru dan siswa guna menyerap aspirasi pendidikan.
, SOFIFI -Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara, Abubakar Abdullah, melakukan kunjungan kerja ke Pulau Moti, Senin (15/6/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk mengawasi dan mengevaluasi keadaan satuan pendidikan di wilayah kepulauan serta memastikan kesiapan pembangunan kembali SMA Negeri 7 Pulau Moti di Jalan Tanjung Pura, Takofi, Kecamatan Moti, Kota Ternate, yang telah terbakar beberapa waktu lalu.
Abubakar Abdullah memastikan Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama instansi terkait telah menyiapkan tindakan-tindakan strategis agar proses peremajaan dapat segera dilakukan.
“Kami bersyukur bahwa SMA Negeri 7 Pulau Moti mendapatkan program revitalisasi dari pemerintah pusat. Ini adalah wujud kehadiran negara dalam memastikan proses pendidikan berjalan lancar dan siswa mendapatkan fasilitas belajar yang memadai,” kata Abubakar.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, atas perhatian dan komitmen yang ditunjukkan dalam mendukung pemulihan sarana pendidikan setelah kebakaran. Menurutnya, Gubernur telah meminta seluruh pihak yang terkait untuk mengawasi proses pembangunan agar berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar yang ditentukan.
Selain memeriksa kesiapan perbaikan sekolah, rombongan Dikbud Malut juga mengawasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB), membuka kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, serta berkomunikasi langsung dengan kepala sekolah, guru, dan siswa untuk menyerap berbagai aspirasi serta kebutuhan pendidikan di Pulau Moti.
Tim juga mengunjungi berbagai fasilitas pendidikan lainnya di area SMA Negeri 7. Hasil pengawasan menunjukkan bahwa beberapa bangunan dan prasarana yang dibangun oleh pemerintah masih dalam keadaan baik dan siap mendukung proses pembelajaran.
Laki-laki yang dikenal dengan panggilan Aka menegaskan pentingnya menjaga dan memanfaatkan aset pendidikan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, khususnya di daerah kepulauan.
"Kami berharap anak-anak di Pulau Moti dapat memperoleh layanan pendidikan yang sama dengan wilayah lainnya. Oleh karena itu, pembangunan kembali SMA Negeri 7 menjadi fokus utama agar proses belajar mengajar bisa berjalan lebih aman, nyaman, dan bermutu," tegasnya.
Menurut Abubakar, kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam memperkuat akses dan kualitas pendidikan hingga ke daerah paling terpencil dan kepulauan.
Dengan dimulainya kebijakan peremajaan, SMA Negeri 7 Pulau Moti diharapkan segera pulih dan kembali menjadi pusat pendidikan yang mewakili bagi kalangan pemuda setempat.
Setelah mengunjungi Pulau Moti, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara bersama rombongan melanjutkan perjalanan dinasnya ke Kecamatan Kayoa dan Kecamatan Pulau Makian guna meninjau situasi serta kebutuhan pendidikan di dua daerah tersebut.