Iklan

Formula Harga Pertamax Series, Tanggapan Geopolitik Global dari Pertamina

Friday, June 19, 2026, 6:02 PM WIB Last Updated 2026-06-19T00:49:36Z
 

- PT Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa penentuan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang termasuk dalam seri Pertamax pada 10 Juni 2026 telah mengikuti mekanisme pasar serta sesuai dengan formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa penentuan dan penyesuaian harga BBM non subsidi ini sesuai dengan informasi yang telah diberikan pemerintah bahwa produk Pertamax series merupakan bahan bakar non subsidi yang harganya mengikuti perubahan parameter pasar.

"BBM non subsidi seperti Pertamax series merupakan produk yang harganya disesuaikan dengan perubahan kondisi pasar dan faktor ekonomi yang mempengaruhi biaya pengadaan energi," kata Roberth dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (18/6).

Roberth menyampaikan, dalam situasi dan dinamika global yang saat ini harga minyak dunia mengalami peningkatan akibat kondisi geopolitik, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga BBM non subsidi bernama Pertamax series tanpa mengalami kenaikan.

Penyesuaian harga yang dilakukan pada bulan Juni terhadap BBM jenis Pertamax mempertimbangkan perubahan harga pasar global, sambil tetap memperhatikan situasi ekonomi masyarakat di dalam negeri.

"Penyesuaian harga Pertamax yang dilakukan saat ini mencakup 50% dari perbedaan harga pasar, dan jika dibandingkan dengan harga BBM serupa di negara-negara ASEAN tetangga tetap lebih bersaing agar menjaga kemampuan beli masyarakat dan perekonomian," katanya.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa penilaian harga BBM non subsidi dilakukan secara rutin. Roberth menyatakan bahwa harga BBM dalam negeri mengacu pada harga minyak global selama periode satu bulan. Kondisi ini menunjukkan bahwa Pertamina telah mempertahankan harga Pertamax dalam jangka waktu yang cukup lama.

Karena perang antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung sejak Februari 2026 menyebabkan kenaikan harga minyak mentah secara signifikan, mencapai tingkat tertinggi di atas USD 100 per barel.

"Secara prinsip, harga BBM non subsidi dievaluasi secara berkala setiap bulan mengikuti perubahan parameter ekonomi. Namun demikian, pelaksanaannya tetap memperhatikan kebijakan yang ditetapkan pemerintah," tambahnya.

Selanjutnya, menghadapi ketidakstabilan geopolitik global yang memengaruhi pergerakan harga minyak dunia, Pertamina Patra Niaga berkomitmen melaksanakan tugas pemerintah sambil memastikan ketersediaan energi untuk masyarakat.

"Kami mengajak masyarakat untuk mendapatkan data dari saluran resmi pemerintah dan Pertamina, yaitu Pertamina Customer Solution 135, agar memperoleh informasi yang lengkap dan tepat," tutupnya.

Komentar

Tampilkan