Iklan

Tsunami Kecil Mulai Mengancam Pesisir Indonesia: BMKG Deteksi Gelombang 18 Cm Pasca-Gempa Filipina, Kaltim Waspadai

Tuesday, June 9, 2026, 10:16 PM WIB Last Updated 2026-06-08T22:42:57Z

.CO- Penyebaran energi dari gempa besar yang mengguncang Filipina telah terbukti mulai mencapai perairan wilayah negara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membenarkan bahwa gelombang tsunami dengan ketinggian rendah telah teramati di tiga daerah di Indonesia pada pagi hari Senin, 8 Juni 2026. Alat pemantau BMKG merekam adanya riak gelombang tsunami tersebut di wilayah Ulu Siau, Sulawesi Utara; Melonguane di Kepulauan Talaud; serta Loloda di Halmahera Utara. Berdasarkan data sensor, kenaikan permukaan air laut yang terdeteksi masuk ke daratan saat ini masih dalam kisaran aman, yaitu antara 9 hingga 18 sentimeter.

Meskipun gelombang yang datang termasuk kecil dan belum mencapai tingkat merusak, pihak berwenang mengingatkan masyarakat untuk tidak mengurangi kewaspadaan mereka. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyatakan bahwa situasi di lapangan masih berubah-ubah dan status peringatan dini belum sepenuhnya dicabut. "Meski gelombang yang tercatat kecil, masyarakat tetap diminta memperhatikan peringatan resmi yang masih berlaku," ujar Nelly dalam keterangan pers terbaru. Tindakan waspada ini dilakukan karena hasil pemodelan awal menunjukkan bahwa beberapa titik pesisir masih berpotensi menghadapi perubahan air laut yang sulit diprediksi.

Sampai saat ini, peta risiko BMKG masih menunjukkan bahwa setidaknya 25 daerah di Indonesia berada dalam zona merah dan kuning. Beberapa wilayah di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, serta Maluku Utara tetap dalam status Siaga Tsunami dengan arahan evakuasi mandiri ke kawasan dataran tinggi. Di sisi lain, wilayah utara dan timur Pulau Kalimantan—termasuk Bulungan, Nunukan, Tarakan, serta tiga kabupaten di Kalimantan Timur yaitu Kutai Timur, Bontang, dan Berau—masih dalam kondisi Waspada Tsunami, di mana masyarakat dilarang keras mendekati pantai dan muara sungai.

Kondisi di lokasi gempa yang berada di laut dengan kedalaman 47 kilometer, tepatnya 244 kilometer sebelah utara Pulau Karatung, Sulawesi Utara masih belum sepenuhnya stabil. Berdasarkan pemantauan hingga pukul 07.00 WIB, alat seismik BMKG mencatat adanya aktivitas pelepasan energi lanjutan yang cukup kuat. "BMKG juga telah mendeteksi satu gempa susulan dengan kekuatan maksimal mencapai 6,7," kata pihak BMKG dalam laporan mereka. Tim kedeputian geofisika memastikan bahwa radar dan sistem InaTEWS terus beroperasi tanpa henti selama 24 jam ke depan untuk mengawasi setiap pergerakan seismik guna memastikan keselamatan masyarakat pesisir.(*)

Komentar

Tampilkan