Iklan

Jepang Rancang Ekspor Kapal Perusak Asagiri ke Indonesia

Tuesday, June 9, 2026, 10:21 PM WIB Last Updated 2026-06-08T22:42:57Z

– Jepang dan Indonesia mulai mengkaji kemungkinan pengiriman kapal perusak kelas Asagiri ke Jakarta. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya Tokyo memperluas kerja sama militer dengan negara-negara mitra di kawasan Indo-Pasifik.

Perjanjian tersebut dihasilkan dalam pertemuan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Tokyo. Seperti dilaporkan Kyodo, Senin (8/6), kedua belah pihak sepakat untuk memulai pembahasan teknis pada tingkat pejabat guna mengevaluasi potensi transfer kapal tersebut.

Berdasarkan pernyataan Kementerian Pertahanan Jepang, Sjafrie menyampaikan keinginan Indonesia untuk memperkuat kerja sama dalam bidang alat utama sistem senjata dan teknologi pertahanan. Salah satu topik yang dibahas adalah kemungkinan pengalihan kapal perusak multi-peran milik Angkatan Laut Pasukan Pertahanan Jepang (MSDF).

Kedua negara akan memanfaatkan kerangka kerja sama yang dibentuk bulan lalu untuk membahas berbagai aspek terkait transfer. Pembahasan meliputi pelatihan staf, kebutuhan perawatan, hingga persyaratan operasional jika transfer benar-benar dilaksanakan.

Jepang dan Indonesia sebenarnya sudah memiliki perjanjian yang menjadi landasan hukum dalam transfer alat pertahanan. Perjanjian ini memungkinkan kedua negara untuk melanjutkan pembahasan ke tahap yang lebih rinci.

Kapal perusak kelas Asagiri mulai beroperasi sejak tahun 1988. Kapal tersebut mampu mengangkut helikopter pengawas dan dilengkapi dengan sistem senjata anti kapal selam serta berbagai alat tempur lainnya.

Di tengah riwayat operasionalnya, kapal kelas Asagiri pernah ditugaskan dalam operasi anti-pembajakan di perairan Somalia. Salah satu kapal utamanya baru saja pensiun pada bulan Maret lalu.

Diskusi dengan Indonesia berlangsung saat Jepang semakin giat menawarkan peralatan pertahanannya ke negara-negara mitra. Tokyo menganggap kerja sama seperti ini penting untuk memperkuat kemampuan pertahanan wilayah dalam menghadapi meningkatnya aktivitas militer dan klaim maritim Tiongkok.

Pada bulan April lalu, Jepang mengubah aturan ekspor alat dan teknologi pertahanannya. Perubahan tersebut mengurangi pembatasan ekspor senjata, sehingga memungkinkan pengiriman kapal perusak serta sistem pertahanan lainnya ke negara-negara yang telah memiliki kesepakatan keamanan dengan Tokyo.

Selain Indonesia, Jepang juga sedang mempercepat proses pembahasan pengiriman kapal perusak kelas Abukuma yang sudah tidak digunakan lagi ke Filipina. Tokyo juga melakukan negosiasi dengan Selandia Baru mengenai kemungkinan ekspor fregat canggih kelas Mogami.

Komentar

Tampilkan