Iklan

Renungan Katolik: Jangan Merampas, Senin 1 Juni 2026

Tuesday, June 2, 2026, 7:15 AM WIB Last Updated 2026-06-02T12:41:05Z
Renungan Katolik: Jangan Merampas, Senin 1 Juni 2026
Ringkasan Berita:
  • Tema renungan Katolik "Jangan Mencuri"
  • Renungan Katolik tersedia di bagian akhir artikel ini.
  • Renungan Katolik untuk Perayaan Wajib Santo Yustinus, Martir, Santo Simeon, Pemaklum Iman, Santo Johannes Storey, Martir, Santo Pamphilus dari Sasarea, Martir, Santo Ahmed, Martir, dengan warna liturgi merah.

Oleh: Pastor Frans Banusu

, MAUMERE -Mari kita ikuti renungan Katolik pada hari Senin, 1 Juni 2026.

Tema renungan Katolik "Jangan Mencuri"

Renungan Katolik tersedia di bagian akhir artikel ini.

Renungan Katolik untuk Perayaan Wajib Santo Yustinus, Martir, Santo Simeon, Pemaklum Iman, Santo Johannes Storey, Martir, Santo Pamphilus dari Sasarea, Martir, Santo Ahmed, Martir, dengan warna liturgi merah.

Berikut adalah bacaan liturgi Katolik untuk hari Senin, 1 Juni 2026:

Bacaan Pertama 2Ptr. 1:1-7

Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman melalui keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Berkat dan perdamaian yang melimpah mengalir kepada kalian melalui pengetahuan tentang Allah dan Yesus, Tuhan kita. Karena kekuatan ilahi-Nya telah memberikan kepada kita segala sesuatu yang diperlukan untuk hidup yang benar oleh pengetahuan kita terhadap-Nya, yang telah memanggil kita dengan kekuatan-Nya yang mulia dan ajaib.

Melalui jalan tersebut, Ia telah memberikan kepada kita janji-janji yang berharga dan sangat besar, agar melalui itu kamu dapat menjadi bagian dari sifat ilahi, serta terlepas dari keinginan duniawi yang merusak dunia.

oleh karena itu kamu harus berusaha dengan tulus untuk menambahkan kepada imanmu sifat baik, dan kepada sifat baik ilmu pengetahuan, dan kepada ilmu pengetahuan pengendalian diri, kepada pengendalian diri ketekunan, dan kepada ketekunan kehidupan yang saleh,

dan kepada kebajikan kasih terhadap saudara-saudara, serta kepada kasih terhadap saudara-saudara yang mencintai semua orang.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 91:1-2,14-15ab,15c-16

Seseorang yang duduk di bawah perlindungan Tuhan Yang Maha Tinggi dan beristirahat di bawah naungan Tuhan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kusanggupi."

Sungguh, hatinya selalu terikat kepada-Ku, maka Aku akan melindunginya, Aku akan menjaganya, karena ia mengetahui nama-Ku.

Jika dia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawabnya, Aku akan menyertai dia dalam kesulitan, Aku akan membebaskannya dan menghormatinya.

Jika dia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawabnya, Aku akan menyertai dia dalam kesulitan, Aku akan membebaskannya dan menghormatinya.

Dengan usia yang panjang, Aku akan memberinya kepuasan, dan Aku akan menunjukkan kepadanya keselamatan dari-Ku.

Ayat Pengantar Injil Yohanes 1:5ab

Yesus Kristus, Engkau adalah saksi yang dapat dipercaya, yang pertama kali bangkit dari kematian;

Kau mencintai kami dan menghapus dosa-dosa kami dengan darah-Mu.

Bacaan Injil Mrk. 12:1-12

Kemudian Yesus mulai berbicara kepada mereka dengan menggunakan perumpamaan: "Ada seorang yang membuka kebun anggur dan membangun pagar di sekelilingnya. Ia membuat lubang untuk memeras anggur dan membangun menara pengawas. Setelah itu, ia menyewakan kebun tersebut kepada para petani dan pergi ke negeri yang lain."

Dan ketika tiba waktunya, ia mengirim seorang budak kepada para petani itu untuk mengambil sebagian hasil kebun dari mereka. Namun mereka menangkap budak itu, memukulinya, dan mengusirnya dengan tangan kosong.

Kemudian dia juga mengirimkan seorang hamba yang lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul hingga luka di kepalanya dan sangat memalukannya. Selanjutnya, dia mengirimkan seorang hamba lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan masih banyak yang lainnya, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh.

Sekarang hanya tersisa satu anak yang menjadi kekasihnya. Akhirnya ia mengirimkan dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka hormati. Namun para penggarap berkata kepada satu sama lain: Ia adalah pewaris, mari kita bunuh dia, sehingga harta ini akan menjadi milik kita.

Mereka menangkap dan membunuhnya, kemudian melemparkannya keluar dari kebun anggur tersebut. Sekarang, apa yang akan dilakukan oleh pemilik kebun anggur itu? Ia akan datang dan menghancurkan para petani itu, lalu menyerahkan kebun anggur itu kepada orang-orang lain.

Pernahkah kamu membaca ayat ini: Batu yang dibuang oleh tukang bangunan menjadi batu fondasi: hal ini terjadi dari Tuhan, sebuah perbuatan ajaib di mata kita.

Kemudian mereka berusaha menangkap Yesus, karena mereka menyadari bahwa Dia yang dimaksudkan dalam perumpamaan itu. Namun mereka takut kepada rakyat, sehingga mereka pergi dan melepaskan Dia.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik 

"Jangan Merampas"

"Ia akan datang dan menghancurkan para petani itu, kemudian menyerahkan kebun anggurnya kepada orang-orang lain." (Mrk. 12:9).

Allah menciptakan manusia dan tidak membiarkan siapa pun menderita dalam kehidupannya. Untuk memastikan kesejahteraan hidup, Tuhan menyediakan segala sesuatu berupa potensi yang dapat dikelola dengan penuh rasa tanggung jawab. Melalui usaha keras dan jujur, Tuhan memberikan berkah, kedamaian, dan kebahagiaan dalam kehidupan. Sebaliknya, jika seseorang tidak jujur, mencuri, atau berbohong, Tuhan tidak akan merestui tindakan jahat tersebut dan secara alami hukuman akan terjadi serta kebinasaan tidak bisa dihindari.

Yesus memberikan contoh melalui perumpamaan mengenai seorang pemilik kebun anggur yang menyewakan tanahnya kepada para petani. Ketika musim panen tiba, mereka enggan membagikan hasil panen kepada pemilik. Bahkan para utusan yang dikirim oleh pemilik, termasuk putranya sendiri, mereka bunuh. Tindakan jahat seperti perampasan, ketidakjujuran, pencurian, dan manipulasi tidak boleh dibiarkan atau ditoleransi. Akibatnya, pemilik lahan mengambil tindakan, dan hukuman serta kebinasaan pun terjadi.

Kami adalah petani-petani yang dijamin oleh Allah dengan memberikan apa saja sesuai dengan bakat masing-masing, yang harus dikerjakan atau dikelola dengan penuh tanggung jawab demi kesejahteraan hidup sendiri dan sesama. Bagian Tuhan tetap diberikan dan jangan mengambil atau merampas sesuatu yang bukan hakmu. Mencuri akan mencemarkan Nama Tuhan, berbohong akan merusak reputasi dan hukuman menanti. Hiduplah dengan jujur dan bersyukurlah terhadap berkat yang telah diterima, serta jika ada berkat tambahan, bagikanlah secara tulus kepada sesama yang kurang berkecukupan.

Iblis selalu hadir menggoda menuju kehancuran dengan cara mengambil milik orang lain, memperoleh warisan secara tidak sah atau dengan berbohong dan membunuh. Pelaku kejahatan dihilangkan. "Itu adalah tindakan Tuhan, sesuatu yang ajaib menurut pandangan kita." (Mrk. 12:11).

Santo Petrus menekankan kepada kita betapa pentingnya iman. Keyakinan terhadap Tuhan membantu kita menghindari tipu muslih iblis yang mengajak untuk hidup dalam ketidakjujuran. Oleh karena itu, Petrus mengajak kita untuk senantiasa berkembang dalam iman, kebajikan, pengetahuan, pengendalian diri, ketekunan, kesalehan, serta kasih persaudaraan.

Pemazmur merespons dalam lagu pujian, "Orang yang berada di bawah perlindungan Yang Maha Tinggi dan menghabiskan malam di bawah naungan Yang Maha Kuasa akan berkata kepada Tuhan, 'Tuhan adalah tempat perlindungan dan bentengku, Allah yang kupercayai.' " (Mzm. 91:1-2).

Santo Petrus sebagai pemimpin yang rendah hati menyatakan dirinya sebagai hamba dan murid. Kita juga mengikuti langkahnya. Dan melalui doa Santo Yustinus, kita tetap berkembang dalam iman yang tulus kepada Tuhan.

Santa Yustinus, doakanlah kami.

Selamat menjalani aktivitas hari ini. Tuhan memberkati kalian semua. (RP. FF. Arso Kota, Senin/Pekan Biasa IX/A/II, 010626). (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita Lainnya di Berita Google

Komentar

Tampilkan