Iklan

Pertamina NRE Kini Tancapkan Energi Surya di Bangladesh

Monday, May 18, 2026, 5:50 PM WIB Last Updated 2026-05-17T22:31:08Z
   

- Setelah mencatat perkembangan proyek energi terbarukan di Filipina, Pertamina NRE kini menargetkan pasar Bangladesh untuk memperluas portofolio bisnis energi hijau di kawasan Asia. Tindakan ini dilakukan melalui diskusi pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), sekaligus mendukung percepatan transisi energi di negara tersebut.

Ekspansi ini dianggap sebagai bagian dari rencana strategis Pertamina NRE untuk memperkuat bisnis energi terbarukan di skala global, mengingat meningkatnya permintaan akan energi bersih dan dorongan menuju tujuan emisi nol bersih.

Kepala Eksekutif Pertamina NRE, John Anis, menyatakan bahwa pengembangan proyek energi bersih di Bangladesh memiliki potensi untuk memperluas jangkauan internasional perusahaan yang sebelumnya telah berkembang di Filipina.

"Pertamina NRE saat ini memiliki kapasitas instalasi terpasang lebih dari 1 GWp di Filipina dan terus berkembang dengan target mencapai 2,6 GWp pada akhir tahun ini. Prestasi nyata ini menjadi bekal penting bagi Pertamina NRE dalam mengembangkan proyek serupa di Bangladesh," kata John Anis dalam pernyataannya.

Pengembangan ini dilakukan bersama Copenhagen Urban Solar Parks BD Ltd (CUSP), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang energi surya di Bangladesh, melalui MoU. Kedua belah pihak akan meneliti kesempatan investasi dan pengembangan proyek energi terbarukan, termasuk potensi kerja sama dalam operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance/O&M) pembangkit listrik tenaga surya.

Selain pengembangan proyek, kolaborasi juga fokus pada studi kelayakan yang mencakup berbagai aspek seperti teknis, pasar, bisnis, lingkungan, hukum, serta risiko proyek. Pertukaran teknologi dan pengetahuan terkait energi terbarukan juga menjadi bagian dari kerja sama ini.

John menganggap pengembangan bisnis energi hijau di Bangladesh sebagai tindakan strategis dalam situasi global yang penuh ketidakpastian.

"Pada situasi global yang penuh ketidakpastian, kolaborasi ini menjadi momen penting dan langkah strategis dalam pengembangan bisnis energi terbarukan di Indonesia serta mendukung kebutuhan energi bersih yang berkelanjutan di Bangladesh," katanya.

Di sisi lain, Ketua CUSP, Ziaur Rahman, menyatakan kemitraan dengan Pertamina NRE membuka kesempatan sinergi yang lebih luas dalam pengembangan energi matahari di Bangladesh.

"Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam menyediakan solusi energi bersih yang kreatif, efektif, dan memberikan dampak positif terhadap pembangunan berkelanjutan di Bangladesh," kata Ziaur Rahman.

Dukungan terhadap kolaborasi tersebut juga datang dari pihak pemerintah. Roy Wahab, Direktur Investasi dan Ekonomi Kreatif Kementerian Luar Negeri RI, menganggap kerja sama ini menunjukkan semakin kuatnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan Bangladesh, khususnya di bidang investasi hijau serta energi yang berkelanjutan.

"Kerja sama ini menunjukkan eratnya hubungan antara kedua negara, khususnya dalam mendorong investasi ramah lingkungan dan pengembangan energi yang berkelanjutan. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman akan memberikan keuntungan bagi kedua pihak," ujar Roy.

Dengan pengembangan proyek energi matahari ini, Pertamina NRE dan CUSP berharap mampu mendorong investasi ramah lingkungan, memperkuat ketersediaan energi, serta mendukung upaya percepatan peralihan energi global dan tujuan Indonesia menuju emisi nol bersih pada 2060.(*)

Komentar

Tampilkan