Iklan

Astra Motor Papua Latih Agen Safety Riding Menuju Trofi Nasional

Monday, May 18, 2026, 5:54 PM WIB Last Updated 2026-05-17T22:21:03Z
Astra Motor Papua Latih Agen Safety Riding Menuju Trofi Nasional
Ringkasan Berita:
  • Pelatihan Berkualitas: Astra Motor Papua menyelenggarakan pelatihan intensif untuk calon Duta Safety Riding di Jayapura pada Jumat, 14 Mei 2026.
  • Persiapan Nasional: Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan para duta menghadapi kompetisi Safety Riding tingkat nasional di Jakarta pada bulan Oktober 2026.
  • Materi Lengkap: Peserta diajarkan teknik berkendara yang aman, pengenalan risiko, serta kemampuan berkomunikasi publik menggunakan metode praktik mengajar (teach back).
 

, JAYAPURA – Langkah awal menuju panggung nasional dimulai dari sini. Astra Motor Papua menyelenggarakan pelatihan intensif bagi calon Duta Safety Riding pada Jumat, 14 Mei 2026, sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi nasional yang akan diadakan di Jakarta pada Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam rencana pembinaan keselamatan berkendara Honda di Papua, sekaligus bukti nyata komitmen Astra Motor Papua dalam membentuk generasi sebagai agen perubahan budaya berkendara yang aman dari Bumi Cenderawasih.

Lomba Duta Safety Riding nasional tidak hanya menilai keterampilan teknis berkendara, tetapi juga menguji kemampuan peserta dalam memberikan edukasi dan menyampaikan nilai-nilai keselamatan berkendara secara efisien kepada masyarakat. Pada sesi pelatihan yang diadakan di Jayapura ini, para calon duta menerima pembekalan menyeluruh dari instruktur Safety Riding Astra Motor Papua.

Materi yang disampaikan mencakup teknik dasar berkendara yang aman sesuai standar, pemahaman mendalam tentang pengenalan ancaman di jalan raya, serta cara penggunaan alat keselamatan yang tepat dan sesuai aturan. Selain aspek teknis, peserta juga diajarkan keterampilan presentasi dan komunikasi publik agar mampu menyampaikan pesan keselamatan berkendara secara meyakinkan, terstruktur, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Puncak dari rangkaian pelatihan ini adalah sesi teach back — latihan mengajar di mana setiap calon duta diajarkan cara menyampaikan kembali seluruh materi yang telah mereka terima di depan instruktur dan rekan peserta. Pendekatan ini dilakukan secara sengaja agar pemahaman materi berlangsung dua arah, yaitu peserta tidak hanya memahami, tetapi juga mampu menjelaskan.

Kriteria penilaian meliputi tingkat pemahaman terhadap materi, kemampuan mengelola pembelajaran, akurasi dalam menunjukkan teknik berkendara, serta kepercayaan diri saat tampil di hadapan umum.

Kepala Manajer Pemasaran Astra Motor Papua, Suhendri, menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya persiapan untuk kompetisi, tetapi bagian dari investasi jangka panjang dalam menciptakan sistem keselamatan berkendara yang solid di Papua.

"Kami berharap Papua memiliki duta-duta Safety Riding yang tidak hanya ahli secara teknis, tetapi juga mampu menjadi pelopor perubahan di lingkungan masing-masing. Dengan pelatihan ini, kami berharap para calon duta dapat tampil terbaik dalam kompetisi nasional di Jakarta dan membawa kebanggaan bagi Papua. Yang lebih penting, ilmu yang mereka peroleh akan tetap bermanfaat jauh setelah kompetisi selesai," kata Suhendri.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Program Studi Teknik Otomotif, Yusuf Lolo, S.T, yang turut hadir dalam pelaksanaan pelatihan, memberikan apresiasi terhadap cara pengajaran yang digunakan oleh instruktur Astra Motor Papua.

Ia mengatakan metode pelatihan yang diberikan sangat sesuai dengan dunia pendidikan vokasi saat ini, yaitu para calon duta tidak hanya mempelajari teori dan praktik berkendara, tetapi juga dilatih menjadi pengajar yang baik. “Ini merupakan gabungan sempurna antara kompetensi teknis dan kemampuan pedagogis yang sangat dibutuhkan oleh tenaga kerja industri otomotif di masa depan,” ujar Yusuf.

Dengan kompetisi nasional di Jakarta yang kini tinggal menunggu waktu singkat, Astra Motor Papua yakin para calon duta yang telah melewati proses seleksi dan pelatihan ini siap berlaga di tingkat nasional. Selain sekadar membawa pulang piala, keberhasilan Papua mengirim perwakilannya ke ajang nasional diharapkan mampu menyampaikan pesan kuat bahwa budaya keselamatan berkendara telah berkembang dan memiliki akar, bahkan di ujung timur Indonesia. (*)

Komentar

Tampilkan