Iklan

Pasar Optimis Perdamaian AS-Iran, Minyak Brent Turun 19% di Mei 2026

Sunday, May 31, 2026, 1:57 AM WIB Last Updated 2026-05-31T11:27:20Z

, JAKARTA — Harga minyak Brentmelaporkan penurunan bulanan terbesar dalam enam tahun terakhir pada Mei 2026, seiring meningkatnya harapan pasar bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin mendekati kesepakatan yang mampu membuka kembali Selat Hormuz.

Melansir CNBC International, Minggu (31/5/2026), harga minyak Brent turun lebih dari 19% sepanjang bulan Mei 2026. Penurunan ini merupakan yang terbesar sejak Maret 2020 ketika wabah Covid-19 memaksa berbagai negara menghentikan kegiatan ekonominya.

Di sisi lain, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun hampir 17% sepanjang bulan Mei, mencatatkan kinerja terburuk dalam sebulan sejak April 2025.

Tekanan terhadap harga minyak berlanjut pada hari Jumat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan akan mengadakan pertemuan di Situation Room Gedung Putih untuk membuat keputusan akhir mengenai kemungkinan kesepakatan dengan Iran.

Di pasar perdagangan Jumat (29 Mei 2026), harga minyak WTI turun sebesar 1,73% dan berakhir pada tingkat US$87,36 per barel. Sementara itu, Brent mengalami penurunan sebesar 1,77% ke posisi US$92,05 per barel.

Namun, Trump mengajukan beberapa persyaratan yang sebelumnya ditolak oleh Teheran.

Presiden Amerika Serikat tersebut menyatakan bahwa Iran perlu menunjukkan komitmennya untuk tidak pernah memiliki senjata nuklir. Selain itu, Teheran juga diminta segera melepaskan Selat Hormuz bagi perjalanan kapal dalam dua arah tanpa batasan dan tanpa biaya.

Trump juga meminta Republik Islam Iran untuk mengosongkan seluruh ranjau yang masih ada di wilayah Selat Hormuz.

Selain itu, Iran perlu memberi izin kepada Amerika Serikat untuk menambang dan menghancurkan cadangan uranium yang telah diperkaya dan saat ini tersembunyi di bawah puing-puing akibat serangan AS dan Israel tahun lalu, ujar Trump.

Di sisi lain, pejabat Amerika Serikat menyampaikan pada hari Jumat (28 Mei 2026) bahwa para perunding telah mencapai kesepakatan mengenai memorandum of understanding (MoU) selama 60 hari untuk memperpanjang gencatan senjata sekaligus memulai diskusi tentang program nuklir Iran.

Namun demikian, pejabat tersebut menyatakan bahwa Trump masih perlu memberikan persetujuan akhir terhadap MoU tersebut.

Berita mengenai tercapainya kesepakatan MoU tersebut pertama kali disampaikan oleh Axios.

Komentar

Tampilkan