Iklan

Koop TNI Habema Evakuasi 8 Pemuda Emas yang Tewas di Yahukimo

Friday, May 22, 2026, 2:56 PM WIB Last Updated 2026-05-22T11:26:27Z
Ringkasan Berita:
  • Koops TNI Habema mempersiapkan tindakan evakuasi terhadap delapan penambang emas yang diduga dibunuh oleh kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo.
  • Pelaku diduga merupakan Kelompok TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin oleh Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue yang berada di bawah pimpinan Mayor Dejang Heluka.
  • Personel dan helikopter TNI Habema telah disiapkan untuk mempercepat pengangkutan korban dari tempat kejadian.
 

, JAKARTA- Komando Operasi (Koops) TNI Habema sedang mempersiapkan tindakan evakuasi terhadap delapan penambang emas yang diduga dibunuh oleh kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo pada hari Rabu (20/5/2026).

Pelaku diduga merupakan Kelompok TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin oleh Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue yang berada di bawah pimpinan Mayor Dejang Heluka.

Dalam pernyataannya, TPNPB-OPM menyebutkan bahwa mereka bertanggung jawab atas tindakan tersebut dan melakukan aksi itu karena para korban merupakan petugas keamanan yang berpura-pura.

Namun, Koops TNI Habema menolak pernyataan tersebut dan menyatakan bahwa semua korban adalah warga sipil yang sedang melakukan kegiatan penambangan emas.

Oleh karena itu, Koops TNI Habema telah menyiapkan personel dan helikopter guna mempercepat pengangkutan korban dari tempat kejadian.

   

Pengaturan evakuasi terus berlangsung hingga saat ini dengan bantuan personel bersama dan armada helikopter untuk mencapai lokasi kejadian yang terletak di daerah pedalaman.

Selain itu, pihak keamanan juga mengumumkan akan mengejar pelaku-pelaku tersebut.

Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema, Letkol Inf M Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap penduduk sipil tidak dapat diterima.

"Delapan orang tersebut bukan petugas keamanan sebagaimana dituduhkan oleh kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo, melainkan warga biasa yang sedang melakukan kegiatan penambangan emas di area tersebut," ujar Wirya saat dimintai konfirmasi pada Kamis (21/5/2026).

Ia menyatakan, tindakan pembunuhan terhadap penduduk sipil melanggar hukum dan hak asasi manusia (HAM).

Koops TNI Habema mengecam tindakan kekerasan dan pembunuhan terhadap para penambang emas tersebut.

"Koops TNI Habema mengecam tindakan kekerasan dan pembunuhan terhadap penduduk sipil yang dilakukan oleh kelompok OPM. TNI akan melakukan pengejaran terhadap pelaku serta terus memperkuat pengamanan di wilayah Yahukimo," ujarnya.

Kondisi keamanan di Yahukimo dikabarkan sedang dalam keadaan rentan tetapi masih bisa dikendalikan setelah peristiwa tersebut.

Selain itu, Koops TNI Habema juga mengumumkan peningkatan patroli keamanan guna melindungi masyarakat sipil di daerah yang terkena dampak.

Komentar

Tampilkan