Iklan

Iran akan umumkan skema biaya transit Selat Hormuz baru

Friday, May 22, 2026, 1:32 AM WIB Last Updated 2026-05-20T21:51:01Z

, JAKARTA - Irantelah membuat sistem untuk mengatur peredaran kapal melalui jalur khusus diSelat Hormuzdan akan dikenakan 'biaya untuk layanan khusus' yang tersedia di dalam sistem tersebut.

Melansir Antara, Minggu (17/5/2026), Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ebrahim Azizi menyampaikan bahwa rencana terbaru akan segera diumumkan.

"Di dalam proses ini, hanya kapal-kapal komersial dan pihak-pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan merasakan manfaatnya," tulis Ebrahim Azizi di platform media sosial X.

Azizi menekankan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup bagi pihak-pihak yang melakukan operasiProject Freedom. Adapun, Project Freedom merupakan inisiatif Amerika Serikat (AS) dalam mengarahkan kapal-kapal yang terjebak dan tidak mampu melewati Selat Hormuz akibat konflik antara Iran dengan AS-Israel.

AS dan Israel melakukan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu respons dari Teheran terhadap Israel serta aliansi Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata resmi berlaku pada 8 April berkat perantaraan Pakistan, namun negosiasi yang berlangsung di Islamabad tidak mampu mencapai kesepakatan tetap. Sejak 13 April, Amerika Serikat menerapkan blokade laut yang mengarah pada pengawasan lalu lintas maritim Iran di selat tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengumumkanProject Freedompada awal bulan Mei, dengan janji untuk mengawasi kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.

Janji itu dibuat oleh Trump, meskipun Iran menyatakan bahwa setiap perjalanan melalui jalur laut strategis tersebut memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari Teheran. Namun, kemudian Trump mengumumkan penangguhan inisiatif tersebut.

Komentar

Tampilkan