Iklan

Bukan Hanya Kompetisi, UAA CUP Mengumpulkan Anak Negeri Liang dari Berbagai Daerah

Friday, June 12, 2026, 2:23 PM WIB Last Updated 2026-06-12T11:32:06Z
Bukan Hanya Kompetisi, UAA CUP Mengumpulkan Anak Negeri Liang dari Berbagai Daerah
Ringkasan Berita:
  • Piala UAA di Negeri Liang bukan hanya menjadi kompetisi sepak bola, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkuat hubungan dan meningkatkan semangat perdamaian di kalangan masyarakat Negeri Liang.
  • Belasan peserta dari berbagai wilayah turut serta, termasuk atlet nasional seperti Rizky Pellu dan Alvin Tuasalamony yang kembali ke kampung halamannya untuk memperkuat regu masing-masing.
  • Ada sebanyak 37 tim yang berpartisipasi dalam tiga kategori dengan lebih dari 100 pertandingan, menjadikan UAA CUP sebagai ajang yang menghubungkan berbagai kalangan generasi.

Laporan Jurnalis, Jenderal Louis

AMBON, –Stadion sepak bola di Negeri Liang, Kabupaten Maluku Tengah, bukan hanya menjadi tempat pertandingan strategi dan menampilkan keahlian para pemain dalam Upu Ana Amariang (UAA) atau Anak Cucu Negeri Liang CUP.

Selain itu, turnamen yang diinisiasi oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Upu Ana Amariang, paguyuban pemuda Negeri Liang yang berada di luar daerah, bertujuan sebagai wadah untuk memperkuat ikatan persaudaraan dan mengumpulkan kembali anak-anak negeri yang menyebar di berbagai wilayah.

Ketua Panitia UAA CUP, Adri bin Ridwan Selan (39), menyatakan bahwa turnamen ini muncul dari semangat menjaga hubungan baik dan melanjutkan proses perdamaian yang selama ini terus dikembangkan di Negeri Liang.

Menurutnya, sepak bola dipilih karena mampu menghubungkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kalangan pemuda hingga para lansia.

"Pertandingan ini merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan baik dan memperkuat semangat rekonsiliasi yang telah terbangun. Kami berharap semua putra daerah dapat berkumpul kembali dalam suasana yang penuh keakraban," ujar Adri.

Menariknya, antusiasme peserta justru berasal dari warga Liang yang tinggal di luar kampung halaman.

Mereka kembali untuk melindungi pasukan masing-masing sambil memperkaya pertandingan yang menjadi agenda utama masyarakat di Negeri Liang itu.

Peserta datang dari Kota Ambon, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, serta berbagai wilayah lainnya.

"Antusiasme teman-teman sangat luar biasa. Banyak yang datang dari luar negeri atau luar daerah untuk bergabung dalam permainan bersama angkatan mereka. Teman-teman yang berada di Negeri Liang bertindak sebagai penyelenggara sehingga semua bisa berkumpul dalam satu kesempatan," katanya.

Selain itu, UAA CUP memiliki ciri khas tersendiri berkat kehadiran sejumlah pemain yang aktif dalam kompetisi sepak bola nasional.

Beberapa nama yang turut serta antara lain Rizki Pellu, Alvin Tuasalamony, serta beberapa pemain lainnya yang memanfaatkan liburan kompetisi untuk kembali ke kampung halaman dan bergabung dengan rekan-rekannya.

"Secara kebetulan, kegiatan ini diadakan saat kompetisi nasional sedang libur, sehingga beberapa pemain yang berlaga di liga nasional juga bisa hadir dan memperkuat turnamen," kata Adri.

Pada tahun ini, terdapat 37 tim yang mengikuti UAA CUP. Seluruh peserta dibagi ke dalam tiga klasifikasi, yaitu kategori remaja, pemuda, serta kategori legenda yang ditujukan bagi peserta berusia 45 tahun atau lebih.

Jumlah peserta yang cukup besar membuat panitia memprediksi total pertandingan yang akan dihelat melebihi 100 laga.

Saat ini pertandingan masih berada di tahap leg pertama dan akan dilanjutkan dengan leg kedua sebelum akhirnya memasuki babak final.

"Terdapat banyak pertandingan yang akan berlangsung. Jika dihitung keseluruhan, jumlahnya bisa melebihi 100 pertandingan dan kemungkinan memakan waktu sekitar satu bulan lebih sebelum pertandingan final diadakan," katanya.

Adri berharap UAA CUP tidak hanya menghasilkan pemenang di lapangan, tetapi juga memperkuat hubungan persaudaraan antar generasi masyarakat Negeri Liang.

Ia berharap penerapan konsep Liga Angkatan dalam turnamen ini dapat menjadi teladan bagi negara-negara lain di Maluku.

"Kami berharap menunjukkan bahwa sepak bola mampu menjadi alat yang menyatukan. Mari kita tinggalkan perbedaan dan bersama-sama menjaga hubungan baik, membangun negara, serta menciptakan Maluku yang lebih baik," tutupnya.(*)

Komentar

Tampilkan