Iklan

600 hektare sawah Nagan Raya kering, ini penyebabnya

Monday, June 8, 2026, 7:53 PM WIB Last Updated 2026-06-08T00:32:39Z

- NAGAN RAYA- Ratusan hektar lahan persawahan di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mengalamikekeringan.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya melaporkan, hingga saat ini sekitar 600 hektare lebih lahan persawahan milik petani di Kecamatan Kuala dan Suka Makmue mengalami kekeringan karena musim kemarau.

"Kekeringan yang terjadi di beberapa desa di Nagan Raya disebabkan oleh penurunan debit air yang cukup besar pada saluran irigasi serta curah hujan yang rendah di daerah tangkap hujan," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Nagan Raya, Marzuki kepada ANTARA, Sabtu (6/6).

Sawahyang saat ini mengalami kekeringan di Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, terdapat di 11 desa/gampong, antara lain Desa Ujong Pasi (105 Ha), Alue Ie Mameh (80,25 Ha), Simpang Peut (76,5 Ha), Blang Muko (73 Ha), Blang Bintang (51,2 Ha).

Selanjutnya, Desa Ujong Patihah (48 Ha), Cot Kumbang (45 Ha), Blang Baro (40 Ha), Kuta Makmue (35 Ha - sistem irigasi hujan), serta Ujong Sikuneng (29,5 Ha) dan Pulo Ie (15,75 Ha).

Kekeringan juga terjadi di Kecamatan Suka Makmue, meliputi Desa Seumambek yang memiliki luas lahan sebesar 30,34 Ha, serta Desa Macah dengan luasan 68,38 Ha.

Menurut Marzuki, dua desa tersebut termasuk dalam kategorilahan sawahtadah hujan, sehingga sangat rentan terhadap musim kemarau karena tidak memiliki sumber air yang cukup.

Ia menjelaskan kondisi ini menyebabkan tanaman padi milik masyarakat mulai menunjukkan tanda-tanda layu, perkembangan yang terhambat, hingga berpotensi mengalami penurunan hasil panen secara signifikan jika tidak segera ditangani.

Marzuki menyebutkan bahwa saluran irigasi saat ini mengalami penurunan aliran air yang sangat berat sehingga kebutuhan air untuk tanaman padi tidak tercukupi.

"Kami terus mengawasi perubahan dampaknya di lapangan agar dapat segera diambil tindakan penyelamatan," ujar Marzuki.

Sebagai upaya mengatasi masalah kekeringan tersebut, Distannak Kabupaten Nagan Raya telah mengambil beberapa tindakan, antara lain pengaturan jadwal penggunaan air di daerah-daerah yang memiliki pasokan air terbatas.

Selanjutnya, melakukan kerja bakti bersama warga masyarakat untuk membersihkan endapan atau hambatan di saluran irigasi, termasuk telah mengajukan bantuan pompa air serta mencari sumber air alternatif (sumur bor dangkal).

Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan peningkatan fungsi pintu air dan pemeriksaan menyeluruh pada seluruh jaringan irigasi guna menghindari kebocoran air, serta melakukan pencatatan berkala terhadap luas lahan yang terkena dampak.

Pemerintah daerah berharap melalui kolaborasi yang baik antara petugas penyuluh lapangan (PPL), kelompok tani, dan lembaga terkait, ancaman kegagalan panen besar di Kabupaten Nagan Raya bisa dikurangi secara efektif.(antara/jpnn)

Komentar

Tampilkan