
- Bagi para penggemar tanaman hias, memiliki satu atau dua pot anggrek sering kali tidak cukup. Keinginan untuk menambahkan lebih banyak koleksi biasanya muncul setelah melihat bunga-bunganya yang indah mekar.
Namun, menambah jumlah tanaman anggrek tidak dapat dilakukan secara asal-asalan. Prosesnya berbeda dari tanaman hias umum karena anggrek memiliki pola perkembangan yang khas.
Mengenal pola pertumbuhan anggrek
Dilansir dari Better Homes and Gardens, menurut Justin Kondrat, ahli hortikultura utama di Smithsonian Garden Orchid Collection, terdapat lebih dari 30.000 spesies anggrek alami dan sekitar 115.000 varietas hasil persilangan yang telah tercatat secara global.
Anggrek memiliki dua jenis pertumbuhan utama, yakni monopodial dan simpodial.
Pemahaman mengenai pola pertumbuhan ini penting karena akan memengaruhi metode perbanyakannya.
Anggrek monopodial berkembang dari satu batang utama yang tumbuh ke atas tanpa bercabang. Contoh paling terkenal adalah anggrek bulan (phalaenopsis) dan anggrek vanda.
Di sisi lain, anggrek simpodial berkembang dengan menyebar dari rimpang yang membentuk umbi palsu atau pseudobulb. Contoh spesies yang masuk dalam kategori ini adalah cattleya dan oncidium.
Kedua jenis ini memiliki cara perkembangan yang berbeda, sehingga perlu diperhatikan sebelum memulai.
Cara mengembangbiakkan anggrek monopodial melalui keiki
Anggrek monopodial umumnya dikembangbiakkan dengan menggunakan keiki, yaitu tunas muda yang tumbuh di bagian pangkal batang atau tangkai bunga setelah tanaman berbunga. Keiki berfungsi sebagai "versi mini" dari tanaman baru yang bisa dipisahkan dari induknya.
Berikut adalah langkah-langkahnya:
- Biarkan anak tanaman berkembang hingga memiliki tiga atau empat akar yang cukup panjang.
- Gunakan gunting atau pisau tajam yang bersih untuk memotong anak tanaman dari tanaman induk.
- Tanam anak anggrek di dalam pot kecil yang berisi media khusus untuk anggrek, seperti campuran lumut sphagnum atau kulit pohon pinus.
- Pertahankan kelembapan tanah, tetapi jangan terlalu sering menyiram agar akar tidak mengalami busuk.
- Biarkan anak ayam menyesuaikan diri selama sebulan sebelum diberi pakan.
Setelah akar keiki berkembang, baru diberikan pupuk khusus anggrek. Kondrat menyarankan penggunaan pupuk NPK 20-20-20 yang diencerkan hingga 20 persen dari dosis yang direkomendasikan agar pertumbuhan tetap stabil.
Cara mengembangbiakkan anggrek simpodial melalui pemisahan
Berbeda dengan anggrek monopodial, anggrek simpodial tidak menghasilkan anakan. Sebaliknya, jenis anggrek ini dapat dikembangbiakkan dengan cara membagi umbi semu.
Berikut adalah langkah-langkahnya:
- Ambil tanaman secara perlahan dari dalam potnya.
- Lakukan pemeriksaan terhadap umbi semu yang sehat dan memiliki daun atau tunas baru, serta akar yang mulai berkembang.
- Pilih bagian yang memiliki tiga hingga lima umbi semu agar peluang tumbuh meningkat.
- Gunakan pisau tajam untuk memisahkan bagian tersebut dari tanaman induknya.
- Tanam hasil pemotongan ke dalam pot kecil menggunakan media lumut sphagnum atau campuran khusus untuk anggrek.
Perawatan setelah pemisahan serupa dengan cara memperbanyak keiki, yaitu menjaga kelembapan secara wajar serta memberikan pupuk setelah tanaman mulai beradaptasi.
Tips perawatan setelah pembibitan anggrek
Keberhasilan dalam menggandakan anggrek tidak hanya tergantung pada metode pemisahan, tetapi juga pada perawatan yang dilakukan setelahnya. Beberapa saran yang dapat diterapkan antara lain:
- Pilih media tanam yang sesuai: Anggrek memerlukan media yang dapat menyerap kelembapan serta memberikan sirkulasi udara yang baik untuk akar. Campuran dari kulit pinus, arang kayu, atau lumut sphagnum sering digunakan sebagai pilihan.
- Atur frekuensi penyiraman: Jangan menyiram terlalu sering. Biarkan media tanam sedikit kering sebelum disiram kembali agar mencegah kerusakan akar.
- Pertahankan pencahayaan: Letakkan anggrek di area yang memiliki cahaya terang namun tidak langsung. Sinar matahari pagi sangat cocok untuk mendorong perkembangan tanaman.
- Pengaturan kelembapan: Anggrek biasanya menginginkan tingkat kelembapan udara sekitar 60-80 persen. Apabila udara terlalu kering, gunakan alat pelembap ruangan atau semprotkan semburan air halus di sekitar tanaman.
- Pemupukan berkala: Setelah masa penyesuaian, berikan pupuk cair khusus anggrek secara teratur guna mendukung perkembangan daun, akar, dan bunga.