Iklan

Kucing dipelihara, apakah menyebabkan mandul? Ini fakta ilmiahnya

Tuesday, March 31, 2026, 9:50 PM WIB Last Updated 2026-03-31T01:09:07Z

- Merawat kucing masih sering dianggap bisa membuat seorang wanita tidak bisa memiliki anak.

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan dan Biomedis (FKHB) IPB University, Dr. drh. Leni Maylina membantah anggapan tersebut karena memelihara kucing tidak secara langsung menyebabkan kemandulan.

Keyakinan yang menyebabkan mandul tersebut terkait dengan infeksi parasit Toxoplasma gondii, bukan karena kucing itu sendiri.

Toxoplasma gondii adalah parasit protozoa yang berukuran sangat kecil dan hanya dapat terlihat melalui mikroskop.

"Tidak semua kucing dapat terinfeksi Toxoplasma gondii. Banyak studi menunjukkan tingkat kejadian penyakit ini sangat rendah, terutama pada kucing yang dipelihara di dalam rumah," kata Dr. Leni, seperti dikutip dari situs IPB University, Rabu (7/1/2026).

Penyebab kucing terinfeksi toxoplasma

Menurut Dr. Leni, kucing bisa tertular toksoplasma terutama jika mengonsumsi daging mentah atau hewan buruan seperti tikus yang mengandung kista parasit.

Kucing yang terkena infeksi toxoplasma mampu mengeluarkan parasit dalam bentuk ookista melalui kotoran mereka. Namun, ookista ini tidak langsung bisa menyebabkan infeksi.

"Kista yang keluar dari kotoran kucing awalnya belum menular. Ia memerlukan waktu sekitar satu hingga lima hari agar menjadi menular. Oleh karena itu, membersihkan kotoran kucing setiap hari sangat penting," katanya.

Kucing yang terinfeksi toxoplasma biasanya akan menghasilkan antibodi. Oleh karena itu, kemungkinan besar mereka tidak akan lagi mengeluarkan ookista yang menular di masa mendatang.

Untuk memverifikasi apakah kucing terinfeksi atau tidak, pemeriksaan dapat dilakukan melalui feses kucing, meskipun hasilnya tidak selalu dapat dipercaya.

Pemeriksaan tambahan seperti PCR atau uji imunologis juga bisa dilakukan di fasilitas kesehatan hewan.

Menyebar kepada manusia melalui konsumsi

Dr. Leni menekankan bahwa sumber utama infeksi toksoplasmosis pada manusia sebenarnya berasal dari makanan, bukan dari kucing.

"Penyebaran terbesar pada manusia justru berasal dari makanan, khususnya daging yang dimasak tidak matang serta sayuran dan buah-buahan yang tidak dicuci dengan benar. Lebih dari 80 persen kasus infeksi berasal dari makanan," katanya.

Jelas, menurut dosen IPB ini, tidak ada bukti yang secara langsung menunjukkan bahwa toksoplasmosis menyebabkan kemandulan.

"Jika dikatakan menyebabkan mandul secara langsung, saya rasa tidak. Namun, pada ibu yang sedang hamil, infeksi toksoplasma dapat memicu keguguran atau gangguan pada janin, terutama di trimester pertama," katanya.

Hindari bersentuhan langsung dengan kotoran kucing

Ia menyarankan agar menghindari kontak langsung dengan kotoran kucing. Dapat dilakukan dengan memakai sarung tangan saat membersihkan tempat pembuangan kotoran kucing serta selalu mencuci tangan hingga bersih.

"Yang paling utama adalah kebersihan, termasuk kebersihan makanan dan kebiasaan mencuci tangan. Jangan langsung makan setelah menyentuh kucing tanpa mencuci tangan," katanya.

Dr Leni mengajak masyarakat agar tidak perlu khawatir dalam merawat kucing terkait isu toksoplasmosis.

"Jangan khawatir merawat kucing. Yang terpenting adalah jangan memberikan daging mentah, bersihkan kotoran kucing setiap hari, gunakan sarung tangan, serta secara teratur membawa kucing ke dokter hewan untuk pemeriksaan kesehatan," ujarnya.

Komentar

Tampilkan