Iklan

Sejarah Sumberbeji Jombang: Petirtaan Kuno yang Ditemukan Saat Kerja Bakti

Tuesday, March 31, 2026, 9:55 PM WIB Last Updated 2026-03-31T01:09:07Z
Ringkasan Berita:
  • Monumen Sumberbeji di Jombang merupakan sistem irigasi kuno yang memiliki nilai sejarah penting dan telah lama tersembunyi di bawah air di tengah area persawahan.
  • Ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 2019 saat kegiatan gotong royong masyarakat, kemudian dilakukan penelitian melalui penggalian hingga bentuk strukturnya terlihat.
  • Bangunan tersebut memiliki dinding berwarna merah dengan sistem pengairan yang rumit, serta patung pancuran yang diduga berasal dari masa Airlangga hingga kerajaan Majapahit.
  • Kini memiliki status cagar budaya dan dikembangkan sebagai objek wisata edukasi, tetap digunakan oleh masyarakat untuk keperluan irigasi.
 

Kabupaten Jombang memiliki berbagai tempat sejarah yang masih belum sepenuhnya diketahui.

Salah satu contohnya adalah Situs Sumberbeji yang terletak di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jawa Timur.

Lokasi ini terkenal sebagai situs purbakala atau tempat berendam yang memiliki makna sejarah penting dan hingga saat ini masih menjadi objek penelitian para ahli arkeologi.

Keberadaannya menjadi bukti bahwa kawasan Jombang pernah memainkan peran signifikan dalam peradaban masa lampau.

Diketahui, Situs Sumberbeji terletak di kawasan sendang atau kolam sumber air yang telah lama digunakan oleh masyarakat untuk kegiatan sehari-hari serta irigasi persawahan.

Letaknya di tengah areal persawahan membuat situs ini dulu terlihat seperti lokasi biasa.

Namun, di bawah permukaan danau tersebut terdapat bangunan purba yang tersimpan.

Kesan menarik dan kemegahan lokasi ini bahkan dianggap mampu mencerminkan tingkat kemajuan teknologi arsitektur pada masa itu.

Temuan Tidak Sengaja oleh Penduduk

Penemuan lokasi Sumberbeji dimulai pada tahun 2019 ketika warga sekitar melakukan kegiatan gotong-royong membersihkan dasar sumur yang mulai dangkal karena penumpukan lumpur.

Awalnya, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi kolam sebagai sumber irigasi serta rencana pengembangan pariwisata desa.

Namun, selama proses pembersihan, penduduk menemukan susunan batu bata yang tidak biasa.

Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan dan ditangani oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

Sejak saat itu, proses penggalian dilakukan secara bertahap mulai tahun 2019 hingga 2021. Dari kegiatan penggalian tersebut, struktur sistem irigasi mulai terlihat dengan jelas.

Penduduk awalnya tidak menduga bahwa kolam itu adalah bangunan purba dengan sistem pengairan yang rumit.

Struktur Bangunan dan Ciri Khas Petirtaan

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Situs Sumberbeji berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 20 x 17 meter. Bangunan yang terdapat di situs ini terdiri dari bata merah khas masa lalu.

Di dalamnya terdapat saluran masuk dan keluar, serta semprotan utama berbentuk persegi di tengah. Air bersih terus mengalir dari sumber alami melalui sistem saluran yang terorganisir.

Menariknya, ditemukan puluhan arca pancuran atau jaladwara dengan berbagai bentuk, seperti motif bunga teratai, makara, serta tokoh dewa dan hewan.

Salah satu penemuan yang paling menonjol adalah patung garuda berbadan manusia yang menciptakan kesan suci pada tempat air suci tersebut.

Secara bentuk, situs ini mirip dengan Candi Tikus di Trowulan, Mojokerto, meskipun ukuran dan variasi jaladwara di Sumberbeji lebih beragam.

Dikira berasal dari masa Airlangga hingga Majapahit

Berdasarkan temuan arkeologis, Situs Sumberbeji diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-11 hingga ke-12 Masehi.

Beberapa pakar menghubungkannya dengan masa pemerintahan Kerajaan Kahuripan yang dipimpin oleh Raja Airlangga.

Namun, bentuk bangunan yang ditemukan bersifat khas dengan bata merah dari masa Majapahit.

Ini mengindikasikan bahwa situs tersebut kemungkinan pernah mengalami restorasi atau dimanfaatkan kembali pada masa kerajaan Majapahit.

Dilansir dari Kompas.id, penemuan benda-benda seperti pecahan keramik dari Dinasti Song dan Yuan Tiongkok juga memperkuat dugaan bahwa situs ini telah ada sebelum masa kejayaan Majapahit.

Para arkeolog juga mengira bahwa bangunan ini pernah digunakan secara terus-menerus dari masa Kediri hingga Majapahit.

Namun demikian, hingga saat ini belum ditemukan prasasti yang mampu memastikan secara pasti asal-usulnya.

Fungsi Pengairan, dari Upacara hingga Sistem Irigasi

Fungsi Situs Sumberbeji hingga saat ini masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli.

Beberapa orang beranggapan bahwa situs ini merupakan tempat pemandian suci yang digunakan untuk upacara keagamaan, terkait dengan konsep air suci dalam budaya Hindu.

Pendapat lain mengatakan bahwa bangunan ini berfungsi sebagai sistem penyerapan dan pendistribusian air untuk keperluan masyarakat pada masa lalu.

Mengutip dari jombangtravel.id, kemungkinan besar lokasi ini digunakan untuk mengatur aliran air yang selanjutnya dimanfaatkan dalam pertanian serta kebutuhan sehari-hari.

Namun demikian, ukuran bangunan yang besar serta adanya temuan artefak mengindikasikan kemungkinan hubungan situs ini dengan kalangan elit atau pejabat penting pada masa lalu.

Tenggelam Diduga Karena Meletusnya Gunung Kelud

Salah satu aspek menarik dalam sejarah Situs Sumberbeji adalah penyebab mengapa bangunan ini pernah tertutup.

Para ahli arkeologi mengira bahwa situs ini tertutup oleh material akibat letusan Gunung Kelud di masa lalu.

Bahan berupa pasir, kerikil, dan abu vulkanik ditemukan di sekitar lokasi situs, yang memperkuat dugaan terjadinya bencana besar pada masa lalu.

Kejadian tersebut diperkirakan berlangsung pada abad ke-13 hingga ke-14 Masehi, ketika wilayah Majapahit masih dalam masa kejayaannya.

Akibatnya, struktur petirtaan tertimbun tanah dan tidak lagi terlihat di permukaan.

Ini juga menjelaskan mengapa situs ini tidak tercantum dalam naskah kuno seperti Negarakertagama.

Baru setelah berabad-abad tersembunyi, bangunan tersebut akhirnya ditemukan kembali oleh penduduk pada tahun 2019.

Kini Menjadi Warisan Budaya dan Tujuan Wisata

Setelah melalui tahap penggalian dan studi, Situs Sumberbeji secara resmi diakui sebagai cagar budaya oleh pemerintah pada tahun 2020.

Posisi ini membuatnya menjadi salah satu tempat bersejarah yang penting di Jombang.

Selain dijaga kelestariannya, lokasi ini mulai dikembangkan menjadi tempat wisata edukasi. Keindahan bangunan dari batu bata merah serta kejernihan air menjadi daya tarik khusus bagi para pengunjung.

Masyarakat setempat masih menggunakan air dari lokasi ini untuk menyiram lahan pertanian, menunjukkan bahwa fungsi tempat tersebut tetap penting sampai saat ini.

Keberadaannya menjadi pengingat bahwa di balik wilayah Jombang, tersimpan jejak peradaban besar yang masih menyimpan banyak rahasia yang perlu diketahui.

Komentar

Tampilkan