Iklan

Denada Ingin Bertemu Ressa Rossano, Tertunda Akibat Perawatan Anak di Singapura

Monday, February 9, 2026, 9:52 PM WIB Last Updated 2026-02-10T15:33:15Z
Denada Ingin Bertemu Ressa Rossano, Tertunda Akibat Perawatan Anak di Singapura

, JAKARTA- Penyanyi Denada ternyata menyimpan keinginan kuat untuk bertemu dengan putranya, Ressa Rizky Rossano, yang selama 24 tahun ini tidak pernah ia tangani.

Keinginan Denada untuk bertemu Ressa Rizky Rossano muncul setelah ia mengakui laki-laki berusia 24 tahun tersebut sebagai anaknya, serta adanya tuntutan sebesar Rp 7 Miliar.

Kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal menyatakan bahwa sebenarnya terdapat keinginan kuat dari kliennya untuk berjumpa dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dengan Resa.

Namun, pertemuan tersebut hingga saat ini belum dapat dilaksanakan karena kesibukan Denada yang sangat padat dan tidak bisa ditinggalkan.

"Mba Dena sedang berada di Singapura, merawat serta bertemu anaknya yang sedang sakit karena ada pemeriksaan medis," ujar Muhammad Iqbal dalam wawancara virtual, Minggu (8/2/2026).

Iqbal mengatakan Denada masih lebih mengutamakan putrinya yang berada di Singapura, karena hingga saat ini masih membutuhkan perawatan dan pemantauan kesehatan secara teratur.

Ya, karena masih merawat anaknya yang sakit. Ada kepentingan yang perlu diutamakan," katanya.

Iqbal mengakui bahwa Denada sangat berkeinginan untuk bertemu dan melakukan mediasi bersama Ressa serta keluarganya, agar semua permasalahan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

"Ya semua pihak pasti ingin bertemu. Cuma saja tidak ingin ada campur tangan dari pihak luar atau terpengaruh oleh apa pun juga. Yang utama adalah niatnya baik," katanya.

"Sepertinya Mbak Denada juga ingin (bertemu). Cuma itu, masih sedang merawat anaknya, Aisha," tambahnya.

Iqbal memberikan kesempatan bahwa pertemuan antara Denada dan Resaa bisa terjadi pada bulan Ramadan, momen yang tepat untuk memperbaiki hubungan keduanya.

Namun sebelum pertemuan berlangsung, Iqbal meminta kepada Resaa untuk mencabut laporan dan menghormati Denada, sebagai ibu kandungnya.

"Ya itu tepat waktunya (Ramadan). Jadi kemarin saya bilang, 'Sudah Resa, saran saya cabut saja. Ini tuh ibumu'," kata Iqbal.

"Jika sudah sampai pada titik ini, bagi saya, orang tua adalah berkah, Pak. Istilahnya, jika kita menghormati orang tua, maka pasti hidup kita akan dihormati oleh Allah," tambahnya.

Tujuan Iqbal meminta Ressa Rizky Denada untuk mencabut laporan, agar nantinya Ressa tidak mendapatkan akibat yang tidak baik, karena menggugat ibunya sendiri.

"Ya itu jimatmu, jaga baik-baik dengan Ibu. Dalam bahasa Banyuwangi disebut 'rumaten sing apik' (jaga dengan baik)," kata Iqbal.

Menolak tinggal dengan Denada

Ressa Rossano menegaskan pendiriannya untuk tidak tinggal bersama Denada meskipun telah diakui secara terbuka sebagai anak kandung.

Ressa merasa kondisinya akan berbeda jika harus tinggal bersama ibu kandungnya.

"Ressa sudah mengatakan, pasti rasanya akan berbeda (jika tinggal satu atap dengan Denada)," ujar Ressa Rossano saat diwawancarai di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Ressa Rossano akan menolak jika ada tawaran untuk tinggal bersama Denada di satu tempat tinggal.

"Ressa tidak ingin (tinggal bersama Denada)," kata Ressa Rossano.

Namun, Ressa Rossano berkeinginan untuk bertemu dengan ibu dan adik perempuannya, Aisha, yang sekarang tinggal di Singapura.

Ia berharap pertemuan tersebut segera terlaksana dan berjalan dengan kondisi yang menyenangkan.

Ressa mengatakan, hingga saat ini masih menantikan kesempatan untuk dapat berjumpa langsung dengan Denada.

Sebelumnya, Denada secara terang-terangan mengungkapkan bahwa Ressa Rossano adalah anak kandungnya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Dalam pernyataannya, Denada menyampaikan rasa menyesal yang mendalam karena tidak bisa tinggal bersama dan merawat Ressa sejak masih bayi.

"Saya, Denada Tambunan, menyatakan bahwa Ressa Rossano adalah anak kandung saya, dan saya benar-benar meminta maaf kepada Ressa karena tidak tinggal bersama sejak bayi," ujar Denada, dilansir dari Kompas.com Senin (2/2/2026).

Denada menerangkan, kondisi psikologisnya di masa lalu menyebabkannya merasa tidak pantas memenuhi peran sebagai seorang ibu.

Hal itu menjadi alasan mengapa dia tidak merawat Ressa secara langsung dan baru mengungkapkan status anaknya setelah lama berlalu.

"Pada saat itu kondisi mental saya sedang tidak stabil, saya juga ingin meminta maaf kepada Ressa karena setelah lama baru sekarang saya menyampaikan bahwa dia adalah anak kandung saya, ini merupakan kesalahan saya," ujar Denada.

Kini, Denada berharap Ressa bersedia mengizinkan dirinya untuk memaafkannya.

Ia juga mengakui masih perlu banyak belajar agar menjadi seorang ibu yang lebih baik bagi anak-anaknya.

Komentar

Tampilkan