Iklan

5 Fakta Berbahaya Ular Gibug yang Sering Menewaskan

Monday, February 9, 2026, 9:51 PM WIB Last Updated 2026-02-10T15:22:18Z

Calloselasma rhodostoma atau yang dikenal sebagai ular gibug adalah ular dari famili Viperidae yang sering ditemukan di Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Ular ini biasanya tinggal di hutan, daerah kering, atau kebun. Umumnya ular gibug bersembunyi di antara batu, di bawah kayu kering, atau di bawah daun kering. Karena kebiasaannya yang suka bersembunyi, ular ini sulit ditemukan jika kamu tidak teliti.

Ular gibug memiliki kemampuan camouflase yang sempurna dengan warna cokelat dan pola segitiga yang sangat mirip dengan daun kering. Ukurannya tidak terlalu besar, namun ular ini menjadi salah satu ular yang paling ditakuti karena kekuatan bisanya. Bahkan, ular gibug sering menyebabkan korban, baik itu luka maupun kematian. Gigitan ular gibug biasanya dapat menyebabkan pembusukan, bengkak, hingga kematian. Meskipun berbahaya, ular gibug juga memiliki beberapa fakta mengejutkan yang akan dibahas dalam artikel ini!

1. Gigitan yang mampu mengakibatkan kematian manusia

Ular gibug merupakan ular berbisa yang sangat berbahaya, gigitannya dapat memicu berbagai komplikasi serius pada tubuh manusia. Pembengkakan, nyeri, kerusakan jaringan parah, hingga kematian bisa terjadi jika ular ini menggigit orang dewasa. Di beberapa negara, gigitan ular gibug sering terjadi, bahkan di wilayah utara Malaysia, ular ini menjadi penyebab sekitar 700 kasus gigitan ular setiap tahunnya. Racun yang ada dalam tubuh ular ini adalah racun hemotoksin yang umumnya menyerang sel darah merah.

Namun untungnya, antitoksin untuk gigitan ular ini telah tersedia dan diproduksi oleh Biofarma. Antitoksin tersebut merupakan antitoksin polivalen yang berarti dapat digunakan untuk mengatasi gigitan berbagai jenis ular. Gigitan ular gibug (Calloselasma rhodostoma), kobra jawa (Naja sputatrix) dan ular putih (Bungarus fasciatus) dapat ditangani dengan menggunakan antitoksin tersebut, jelas halamanBiofarma.

2. Memiliki kemampuan menyamar yang luar biasa

Ular ini sangat sulit ditemukan di alam liar, bukan karena jumlah populasi yang menurun tetapi karena kemampuannya bersembunyi dengan sangat baik. Ia memiliki tubuh dengan warna dasar cokelat, cokelat muda, atau cokelat merah. Selain itu, tubuhnya juga ditutupi pola segitiga berwarna hitam atau cokelat tua di bagian atas. Pola segitiga ini tampak mirip dengan bentuk daun kering. Kombinasi warna dan pola tersebut sangat efektif untuk menyembunyikan diri di antara dedaunan kering atau kayu yang sudah mati.

Selain itu, ular ini jarang bergerak dan biasanya hanya diam, terutama pada siang hari. Ia hanya sedikit mengangkat kepalanya untuk memantau kondisi di sekitarnya. Jika ada gangguan atau mangsa yang lewat, ular gibug akan menyerang dengan menggigit atau mengusir gangguan dengan menggerakkan ekornya serta menyusutkan tubuhnya. Oleh karena itu, perlu ekstra waspada jika kamu berada di wilayah tempat tinggal ular ini.

3. Termasuk dalam jenis ular berbisa

Laman The Reptile Database menerangkan bahwa ular gibug adalah ular dari keluarga viperidae atau dikenal juga sebagai ular viper. Secara lebih spesifik, ia termasuk dalam subkeluarga crotalinae ataupit viper. Crotalinae memiliki ciri khas, yaitu memiliki organ pengindera panas yang berada di antara mata dan lubang hidung. Organ ini berfungsi untuk mengenali perubahan suhu di sekitarnya. Dengan demikian, ular pit dapat dengan mudah mengenali mangsa atau ancaman dari predator.

Sebagai anggota ular viper, ular gibug juga memiliki ciri khas dari kelompok viper, yaitu bentuk kepala yang segitiga dan taring panjang yang melengkung yang dapat dilipat. Taring ini mampu menyuntikkan racun dalam jumlah besar sekaligus membantu ular gibug saat menelan mangsa yang berukuran besar. Beberapa spesies ular viper yang memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan gibug antaranya adalahTrimeresurus albolabris, Protobothrops maolanensis, dan Lachesis muta.

4. Menyebar secara luas di kawasan Asia Tenggara

Secara umum ular gila juga dikenal sebagaimalayan pit viper atau ular malaya, dan seperti namanya, ular ini dapat ditemukan di wilayah Malaya dan sekitarnya. Nepal, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Malaysia, Indonesia, serta Myanmar merupakan daerah yang menjadi tempat tinggal ular ini, jelas.Thai National Parks. Ia adalah ular yang tinggal di daerah tropis yang panas dengan curah hujan tinggi dan memiliki banyak hutan hujan yang lebat.

Lingkungan hidup ular gibug sangat beragam, hewan ini dapat ditemukan di hutan lebat, hutan yang dipenuhi bambu, lahan pertanian, dan kebun. Umumnya, ular ini tinggal di daerah yang banyak dihuni oleh hewan pengerat seperti tikus yang menjadi makanan utamanya. Cara berburu ular ini tidak jauh berbeda dengan ular viper lainnya, di mana ia akan menunggu mangsa dengan tenang sambil menyembunyikan diri di bawah daun atau ranting kering. Ketika mangsa mendekat, ular ini akan menyerang dengan kecepatan yang luar biasa.

5. Panjang maksimumnya tidak melebihi 1 meter

Ukuran ular ini tidak terlalu besar, dengan panjang maksimum sekitar 91 cm, jelasiNaturalist.ca. Secara umum, betina memiliki panjang yang lebih besar dibandingkan jantan, dengan rata-rata panjang jantan sekitar 76 cm. Tubuhnya pendek dan gemuk, kepalanya berbentuk segitiga, serta ekornya pendek. Ekor yang pendek ini merupakan bentuk penyesuaian untuk hidup di darat. Karena memiliki ekor yang pendek, ular ini kesulitan bahkan hampir tidak mampu memanjat pohon. Selain itu, tubuh yang pendek juga membuat ular ini sulit bergerak cepat.

Kecil-kecil cabe rawit mungkin merupakan julukan yang tepat untuk ular berwarna cokelat ini. Ular ini memang tidak mampu melarikan diri dengan cepat, ukurannya juga tidak terlalu besar, namun ia menjadi ular yang sangat berbahaya bagi manusia.

Meskipun kemampuannya bersembunyi sangat sempurna, hal itu tetap menakutkan karena membuatnya sulit dikenali. Untungnya, antitoksin untuk gigitan ular gibug sudah tersedia sehingga risiko kematian bisa dikurangi. Namun, hal itu tidak berarti kamu boleh lengah jika tergigit oleh ular ini. Ketika bertemu dengan ular gibug, kamu tetap harus waspada, hindari mengganggunya, dan usahakan tidak sampai tergigit.

Pertanyaan Umum Mengenai Fakta Ular Gubeg

Question

Answer

Bagaimana cara mengidentifikasi ciri fisik ular gibug?

Ular ini memiliki bentuk tubuh yang pendek dan gemuk. Ciri utamanya adalah kepala berbentuk segitiga yang sangat jelas serta pola batik berbentuk segitiga cokelat gelap di sepanjang punggungnya. Warna cokelat merahnya membuatnya sulit dikenali dari tumpukan daun kering.

Mengapa ular ini terkadang disebut sebagai "ranjau darat"?

Sifatnya sangat tidak aktif; ia tidak akan melarikan diri ketika manusia mendekat, tetapi justru diam di tempatnya sambil memanfaatkan kemampuan kamuflasenya. Terkadang orang secara tidak sengaja menginjaknya, dan ular ini akan menyerang dengan serangan yang sangat cepat jika merasa terancam.

Di manakah ular gibug biasanya ditemui?

Ular ini cenderung tinggal di lingkungan yang kering namun basah, seperti lahan perkebunan, semak belukar, atau di bawah tumpukan kayu serta daun-daun kering. Karena sering ditemui di area pertanian, ular ini kerap berjumpa dengan para petani.

5 Fakta Ular Punggung Berlian Timur, Ukurannya Sangat Besar! 5 Musuh Alami Ular yang Dapat Ditemukan di Sekitar Kita, Apa Saja?
Komentar

Tampilkan