
Asosiasi Bulu Tangkis India (BAI) berupaya memperbaiki diri agar tidak lagi merasa malu saat menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia 2026. Strategi pengendalian hewan di area tempat pertandingan telah disiapkan.
Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan bagi BAI dan juga India untuk memperbaiki reputasi di dunia olahraga setelah kekacauan yang terjadi pada India Open 2026 bulan lalu.
Tidak heran, mengingat India Open sebagai turnamen kelas atas dalam BWF World Tour, para pemain bulu tangkis terbaik yang harus berlaga harus menghadapi berbagai hal yang tidak terduga.
Kualitas udara yang buruk, lapangan yang terlalu dingin dan berdebu, kotoran burung yang jatuh di area lapangan, hingga monyet yang 'turut menyaksikan' adalah beberapa di antaranya.
Atlet bulu tangkis ternama Denmark, Anders Antonsen, secara terbuka mengakui bahwa ia memilih membayar denda daripada hadir dalam kejuaraan India Open.
"Apapun kendala yang muncul dalam minggu ini, kami akan menyelesaikannya sebelum Kejuaraan Dunia," ujar Sekretaris Jenderal BAI, Sanjay Mishra, dilaporkan dariIndian Express.
Kejuaraan Dunia 2026 akan diadakan di tempat yang sama dengan India Open 2026, yaitu di Indira Gandhi Sports Complex di New Delhi.
Persiapan menyambut Kejuaraan Dunia 2026 kini telah memasuki minggu-minggu terakhir.
Mengutip dari Reuters, salah satu fokus panitia tertuju pada upaya pengendalian hewan tanpa menyakiti mereka.
Untuk mengatasi kasus invasi monyet, spesies monyet rhesus yang mengganggu akan dikeluarkan dengan menggunakan replika langur yang ditakuti oleh monyet tersebut.
Cara ini pernah digunakan India saat menyelenggarakan acara diplomasi antar negara G20 tiga tahun lalu dengan menempatkan potongan foto lutung di berbagai lokasi.
Menggunakan metode yang sebelumnya berhasil, panitia juga memanfaatkan bantuan pengisi suara lutung untuk meningkatkan kepercayaan.
"Kera-keranya sangat takut pada lutung," kata Zafar yang juga adalah pawang kera generasi ketiga dalam keluarganya.
Saya pernah ditempatkan di berbagai kantor pemerintah; maksudnya bukan hanya mengganggu monyet-monyet tersebut, tetapi hanya untuk memastikan mereka tidak datang.
Sementara mengenai kotoran burung di lapangan, yang juga terjadi dalam turnamen bulu tangkis tingkat bawah di Negeri Bollywood, mereka memiliki cara lain.
Panitia mengoleskan gel yang aman di bagian-bagian atap dan saluran udara stadion. Solusi ini umumnya digunakan untuk kabel sistem kereta.
Seperti yang telah dijelaskan, keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 akan menjadi peluang bagi India untuk memperbaiki citra negatifnya sebagai penyelenggara acara olahraga.
India dilaporkan sedang mempertimbangkan posisi sebagai tuan rumah untuk Olimpiade 2036.
"Kami telah mengatasi berbagai tantangan yang kami alami selama India Open," ujar Sanjay Mishra lagi kali ini.
Kementerian Olahraga telah berupaya keras dalam meningkatkan fasilitasnya dan BWF sepenuhnya puas dengan segala persiapan yang dilakukan.
Mengenai fasilitas di Indira Gandhi Sports Complex, panitia Kejuaraan Dunia mengundang ahli pencahayaan dari Indonesia untuk memeriksa peralatan pendukungnya.
Terdapat beberapa area yang tertutup bayangan selama India Open. Kami telah menyelesaikannya.
"Seorang ahli dari Indonesia akan meninjau fasilitasnya, namun BWF merasa puas," kata Direktur Otoritas Olahraga India (SAI), Ambar Pratap Singh, dilaporkan dariIndia Times.
Piala Dunia 2026 akan diselenggarakan pada tanggal 17 hingga 23 Agustus mendatang. Ada sebanyak 11 atlet Indonesia yang akan bertanding dalam kompetisi bulu tangkis individu terbesar ini.