Iklan

Respons warga, pedagang hingga ojol terkait demo mahasiswa di Bundaran HI

Thursday, August 20, 2026, 1:39 PM WIB Last Updated 2026-08-20T01:27:27Z

, JAKARTA - Kelompok mahasiswa melakukan demonstrasidemonstrasiDi kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa 18 Agustus 2026. Mereka menyampaikan delapan permintaan kepada pemerintah.

Pelaksanaan demo di area objek penting, kantor dan pusat ekonomi tersebut mendapatkan respons dari masyarakat, para pedagang hingga ojek online.

Salah satu contohnya adalah Diki, seorang pegawai swasta. Ia mendukung keberadaan aksi demonstrasi mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya.

Saya pribadi mendukung adanya aksi demonstrasi ini, yaitu demonstrasi yang bertujuan mengawasi kebijakan-kebijakan pemerintah. Namun lebih baik jika aksi tersebut tidak dilakukan di tempat-tempat penting. Karena demonstrasi sudah memiliki tempatnya, seperti di DPR," ujar Diki saat diwawancarai, Rabu (19/8).

Menurut Diki, aksi protes sebaiknya langsung disampaikan ke lokasi tujuan. Dengan demikian, tidak mengganggu warga yang sedang menjalani aktivitas sehari-hari.

"Karena objek vital tersebut menyebabkan kemacetan dan penutupan jalan. Hal ini juga mengganggu layanan transportasi umum. Itu saja, sebaiknya jangan memilih objek vital seperti Bundaran HI. Lebih baik di DPR, depan DPR seperti biasanya teman-teman mahasiswa yang melakukan." katanya.

Senada, Farhan seorang pedagang mengakui adanya pengaruh dari kegiatan tersebut. Ia merasakan dampak yang sangat besar akibat kemacetan yang terjadi.

"Kalau arahnya ke kemacetan itu sangat mengganggu, kalau yang ada dalam hal kita, sangat mendesak, jalur cepat seharusnya kita lewat Bundaran HI. Jadi kita harus melewati Senayan, jadi lebih jauh," katanya.

Sementara itu, pengemudi ojek online (ojol) Andi mengungkapkan bahwa kemacetan akibat aksi unjuk rasa tersebut sangat memengaruhi kegiatannya sehari-hari.

"Ya, jika kami sebagai pengemudi ojol memang merasakan dampaknya secara langsung. Karena jalan raya adalah tempat utama kami bekerja. Jika jalannya ditutup, kami akan mengalami kesulitan dalam melakukan penjemputan atau pengantaran," katanya.

Ia menjelaskan bahwa saat aksi demonstrasi di jalan ditutup.

"Baru kemarin demo itu, sungguh menakjubkan. Jalan-jalan di mana-mana ditutup. Macet terjadi di mana-mana. Padahal kawasan HI itu biasanya salah satu titik pusat pesanan yang paling banyak. Dan itu menjadi sumber penghidupan kami," tambahnya.

Bahkan, menurutnya, banyak pelanggan yang membatalkan pesanan. "Bahkan, ada beberapa yang sedikit marah karena kecewa. Padahal kami mengalami kendala akses jalan," katanya.

"Seharusnya sih, yang demo itu tidak apa-apa, tapi jangan sampai di kawasan yang memang menjadi pusat kegiatan masyarakat. Karena sangat berdampak pada pesanan kami," katanya.(cuy/jpnn)
Komentar

Tampilkan