
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menegaskan pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dilakukan setelah gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,7 mengguncang daerah tersebut.
Dari total 794 site atau base transceiver station(BTS) yang terdampak gempa di 11 kabupaten atau kota, jumlahnya mencapai 683siteatau 86,02% sudah kembali beroperasi. Namun, masih ada 111siteatau 13,98% yang sedang dalam proses pemulihan.
"Proses pemulihan ini terus kami pantau hingga seluruh layanan di daerah yang terkena dampak kembali berjalan normal. Kami juga memastikan upaya pemulihan dilakukan secepat mungkin, khususnya di wilayah yang masih mengalami gangguan," ujar Meutya dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (16/8).
Berdasarkan data Komdigi pada akhir pekan sebelumnya, gangguan jaringan telekomunikasi masih berlangsung di delapan kabupaten.
1. Manggarai Timur
Kawasan Manggarai Timur merupakan daerah yang memiliki jumlah menara BTS yang masih dalam proses perbaikan paling tinggi. Ada sebanyak 32 BTS yang masih mengalami kendala.
Persentase pemulihan jaringan di wilayah tersebut hanya mencapai 57,33%, yang merupakan angka terendah dibandingkan tujuh kabupaten lainnya yang masih mengalami dampak.
2. Manggarai
Kabupaten Manggarai masih memiliki 27 BTS yang sedang dalam proses pemulihan. Tingkat pemulihan jaringan di kawasan tersebut mencapai 82,35%.
3. Nagekeo
Nagekeo, sebagai lokasi gempa, masih memiliki 19 BTS yang belum pulih sepenuhnya. Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat tingkat pemulihan jaringan di Nagekeo telah mencapai 76,25%.
4. Ende
Saat ini, 11 BTS di Kabupaten Ende masih dalam tahap pemulihan. Sementara itu, tingkat pemulihan jaringan telah mencapai 89,52%.
5. Ngada
Di Kabupaten Ngada, masih ada 10 BTS yang mengalami gangguan. Tingkat pemulihan jaringan mencapai 87,18%.
6. Sikka
Kabupaten Sikka masih memiliki tujuh BTS yang sedang dalam tahap pemulihan. Tingkat pemulihan jaringan di wilayah tersebut telah mencapai 94,07%.
7. Manggarai Barat
Manggarai Barat merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat pemulihan jaringan yang cukup tinggi. Dari BTS yang terkena dampak, masih ada empat lokasi yang sedang dalam proses perbaikan. Tingkat pemulihan jaringan di Manggarai Barat telah mencapai 96,36%.
8. Flores Timur
Daerah Flores Timur merupakan wilayah yang memiliki jumlah BTS yang mengalami gangguan paling sedikit. Hanya satu BTS yang masih dalam proses perbaikan. Tingkat pemulihan jaringan di Flores Timur telah mencapai 97,56%.
Jaringan Komunikasi Tiga Kabupaten Sudah Kembali Normal
Di sisi lain, tiga kabupaten yang sebelumnya terkena dampak gempa telah pulih sepenuhnya yaitu Alor, Lembata, dan Timor Tengah Utara.
Menurut Meutya, gangguan jaringan telekomunikasi pasca-gempa terutama disebabkan oleh masalah pasokan listrik. Dari totalsiteyang terkena dampak, sebanyak 701 menara pemancar mengalami gangguan pasokan listrik. Selain itu, sebanyak 93 menara pemancar mengalami gangguan dalam jaringan transmisi.
Pemulihan dilakukan sesuai dengan situasi setiap lokasi, baik untuk gangguan pasokan listrik maupun jaringan transmisi. Kami terus bekerja sama dengan penyelenggara telekomunikasi dan pihak terkait agar site yang masih terdampak dapat segera kembali beroperasi," katanya.
Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Pusat Pengawasan Telekomunikasi (PMT) terus mengawasi kondisi jaringan serta bekerja sama dengan Balai Pengawas Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, dan penyelenggara telekomunikasi di wilayah yang terkena dampak.
Meutya menyebutkan bahwa percepatan pemulihan fokus pada 111 BTS yang masih mengalami gangguan, khususnya di area dengan jumlah maupun persentase BTS yang terkena dampak masih tinggi.
Meutya menyatakan bahwa layanan komunikasi diperlukan agar masyarakat tetap bisa terhubung, mendapatkan informasi, mengakses layanan darurat, serta mendukung koordinasi bantuan. "Oleh karena itu, pemulihan jaringan menjadi bagian penting dari upaya penanganan dan pemulihan pasca-bencana," ujarnya.
Gempa bumi berkekuatan M7,7 yang berada di Nagekeo, NTT, sebelumnya menewaskan 53 orang, melukai 135 orang, serta membuat sekitar lima ribu penduduk mengungsi. Gempa juga menyebabkan kerusakan pada rumah penduduk dan beberapa bangunan umum.